Poin Penting:
- Universal BPR Fun Run 2026 mampu menggerakkan aksi sosial berupa donasi Rp215 juta dan 1.200 pohon.
- Forum strategis menyoroti tantangan BPR, termasuk NPL, permodalan, dan likuiditas.
- OJK menilai kinerja BPR di Banten tetap positif dengan pertumbuhan kredit dan DPK yang stabil.
Tangerang Selatan – BPR kembali menegaskan perannya dalam membangun sektor keuangan rakyat lewat gelaran Universal BPR Fun Run 2026 yang ditutup dengan acara Halal Bihalal dan forum strategis di Kawasan Alam Sutera, Tangerang Selatan, Jumat, 17 April 2026. Kegiatan ini dirangkai sebagai momentum silaturahmi sekaligus ruang diskusi untuk memperkuat kontribusi industri BPR di tengah tantangan ekonomi nasional.
Acara pembubaran panitia Universal BPR Fun Run 2026 ini dihadiri oleh Anggota Komisi XI DPR RI Musthofa, Kepala Kantor OJK Provinsi Banten Adi Dharma, para Pemegang Saham Pengendali (PSP), serta pengurus dan anggota Perbarindo Banten.
Kaman Siboro selaku Ketua Panitia Universal BPR Fun Run 2026 menyampaikan apresiasi atas partisipasi sekitar 1.000 peserta yang mengikuti kegiatan tersebut.
Menurut Kaman, fun run bukan sebatas olahraga massal, tetapi simbol hadirnya BPR dalam mendukung kesehatan masyarakat dan pelestarian lingkungan. Ia menegaskan bahwa kegiatan sosial menjadi bagian penting dari nilai-nilai industri BPR.
Baca juga: OJK Restui Penggabungan BPR Artha Mlatiindah ke BPR Artha Mertoyudan
Sinergi Industri BPR untuk Perkuat UMKM
Kaman Siboro, yang juga menjabat sebagai Ketua Formatur Perbarindo DPD Banten, menekankan bahwa Universal BPR Fun Run 2026 menghasilkan dampak sosial nyata melalui donasi 1.200 pohon serta bantuan sebesar Rp215 juta bagi korban banjir di Sumatera.
“Donasi yang kita sumbangkan ke korban banjir di Sumatera Rp215 juta, kita transfer langsung ke sana korban yang paling sangat terdampak,” ujarnya saat ditemui di lokasi acara, Jumat (17/4/2026).
Ia menambahkan bahwa setiap peserta membawa satu tanaman untuk ditanam kembali sebagai simbol kepedulian terhadap kerusakan lingkungan.
“Karena kita anggap korban banjir itu kan akibat dari pohon yang ditebang, jadi kita kasih simbol, ini pohon ditanam supaya enggak banjir,” katanya.
Dalam forum strategis tersebut, isu tantangan industri turut menjadi perhatian. Kaman menyebut meningkatnya distress asset dan NPL, tekanan permodalan, serta ketatnya likuiditas sebagai persoalan utama yang perlu diatasi secara kolektif.
“Supaya kita bisa membantu para UKM. Karena kita tahu bahwa UKM ini adalah yang paling kuat untuk bisa bertahan di dalam kondisi apa pun,” ujarnya.
OJK: BPR Tetap Tumbuh Positif di Banten
Keikutsertaan OJK menjadi poin penting dalam forum tersebut. Kepala Kantor OJK Provinsi Banten, Adi Dharma menyatakan pihaknya menyambut baik kegiatan fun run sekaligus aksi sosial yang menyertainya. Ia menegaskan bahwa dukungan regulator akan terus hadir untuk menjaga stabilitas industri.
“Untuk Fun Run tentunya kami dari otoritas sangat mendukung sekali acara kebersamaan ini… Sangat bermanfaat sekali untuk masyarakat dari sisi kesehatan maupun dari sisi lingkungan,” ujarnya saat ditemui di lokasi yang sama.
Adi juga memaparkan kondisi industri keuangan rakyat di Banten yang dinilai masih solid. Kredit BPR di Banten tumbuh 3,32 persen (year-on-year per Desember 2025), sedangkan Dana Pihak Ketiga meningkat 9,77 persen. Rasio kredit bermasalah tercatat masih di bawah ambang batas 5 persen, sehingga dinilai manageable.
Kolaborasi Jadi Kunci Penguatan Likuiditas
Menanggapi tantangan likuiditas dan permodalan BPR, Kaman menilai diperlukan dukungan pemerintah, regulator, dan sinergi antar-BPR agar industri lebih tangguh menghadapi tekanan ekonomi. Ia mencontohkan bahwa kerja sama sindikasi atau koordinasi antar-anggota Perbarindo dapat memperkuat kapasitas pendanaan di tingkat daerah.
“Namanya BPR belum besar-besar, kalau bersama pasti lebih kuat. Saling kolaborasi satu sama lain,” ujarnya.
Ia juga berharap forum seperti ini dapat menjadi ruang penyusunan strategi bersama, terutama dalam menghadapi risiko kredit dan menjaga kesehatan industri secara berkelanjutan.
Baca juga: OJK Sebut Tren Konsolidasi BPR Berlanjut, 142 Bank Sudah Merger
Momentum Penguatan Branding Industri
Universal BPR menilai kegiatan Fun Run 2026 berhasil meningkatkan eksposur positif dan kepercayaan publik terhadap industri BPR. Tidak hanya melalui aktivitas olahraga, tetapi juga melalui aksi sosial dan komitmen lingkungan yang melibatkan ribuan peserta.
Kegiatan penutupan ini juga menjadi ajang penguatan branding bahwa BPR tidak hanya hadir sebagai lembaga keuangan, melainkan mitra pembangunan sosial dan ekonomi masyarakat.
Dengan kolaborasi yang lebih kuat antara regulator, Perbarindo, PSP, dan berbagai pemangku kepentingan, diharapkan BPR semakin siap mendukung pembiayaan UMKM produktif di seluruh daerah.
Melalui rangkaian kegiatan Universal BPR Fun Run 2026, industri BPR kembali menegaskan komitmennya terhadap kepedulian sosial, kelestarian lingkungan, serta penguatan sektor UMKM. Semangat kolaborasi yang dibangun diharapkan menjadi fondasi bagi ketahanan dan pertumbuhan industri di masa mendatang. (*)
Editor: Galih Pratama







