Poin Penting
- BCA berencana mengkaji peningkatan dividend payout ratio dengan mempertimbangkan kondisi keuangan dan kinerja perseroan
- Rasio pembayaran dividen BCA naik dari sekitar 67,4 persen pada tahun sebelumnya menjadi 72 persen dari laba bersih tahun buku 2025
- BCA mengubah skema pembagian dividen interim menjadi setiap kuartal. Dividen September 2026 ditetapkan Rp25 per saham, setelah sebelumnya Rp20 per saham pada Juni.
Jakarta – PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) membuka peluang meningkatkan rasio pembayaran dividen (dividend payout ratio) kepada pemegang saham. Kebijakan tersebut akan mempertimbangkan kondisi keuangan serta pertumbuhan kinerja perseroan.
Corporate Secretary BCA Rudy Budiardjo mengatakan, BCA membagikan dividen tunai tahun buku 2025 sekitar 72 persen dari total laba bersih. Rasio tersebut meningkat dibandingkan tahun sebelumnya yang berada di level 67,4 persen.
“Dividen payout ratio kita terakhir di 72 persen. Itu meningkat dari periode sebelumnya 68 persen. Untuk ke depannya tentunya kita akan me-review pada saat RUPS dan kita akan juga meningkatkan payout ratio lebih lanjut. Tapi tentunya akan melihat kondisi dan kinerja keuangan. Tetapi rencana kita akan meningkatkan payout ratio kami,” kata Rudy dalam Public Expose Live BCA, Rabu, 9 September 2026.
Baca juga: AUM BCA Tembus Rp339 Triliun per Juni 2026, Tumbuh 16 Persen
Selain berencana meningkatkan payout ratio, BCA juga mengubah skema pembagian dividen interim tahun buku 2026. Perseroan mulai menerapkan pembagian dividen interim secara kuartalan guna memberikan imbal hasil yang lebih berkala kepada pemegang saham.
Rudy menjelaskan, dividen interim tahap berikutnya akan dibayarkan pada pertengahan September 2026. Selanjutnya, pembagian dividen interim kembali dilakukan pada kuartal IV atau Desember 2026.
“Kami berencana membayar dividen interim secara kuartalan. Jadi kita akan membayar tanggal 16 (September) untuk next-nya dan untuk di kuartal ke-4 kita akan membagi di bulan Desember. Itu rencana kami. Untuk finalnya akan di bulan Maret tahun depan setelah RUPS. Bulan Maret 2027. Itu perkiraan payment dividen untuk tahun 2026 dan yang akan finalnya dibayar di tahun 2027,” katanya.
Sementara itu, Direktur BCA Vera Eve Lim mengungkapkan besaran dividen interim yang akan dibayarkan pada September 2026. Dividen interim tersebut ditetapkan sebesar Rp25 per saham, lebih tinggi dibandingkan pembayaran pada Juni 2026 sebesar Rp20 per saham.
“Mungkin bisa sampaikan juga dividen interim yang akan jatuh tempo ini di 16 September. Rp25 per lembar saham. Sebelumnya yang kita bayarkan di bulan Juni itu adalah sebesar Rp20 per lembar saham. Jadi yang bulan Juni Rp20 per lembar saham,” imbuh Vera.
Menurut Vera, perubahan menjadi pembayaran dividen interim secara kuartalan merupakan langkah baru BCA untuk memberikan nilai tambah bagi investor. Sebelumnya, perseroan hanya membagikan dividen interim satu kali dalam setahun.
Baca juga: BCA Digital Gandeng Cinema XXI Perluas Kanal Transaksi blu
“Mungkin sebelumnya juga tidak kuartalan. Tahun sebelumnya tidak kuartalan. Hanya di bulan Desember. Tahun lalu juga dividen interim sekitar Rp55 kalau tidak salah. Sekarang kita sudah per kuartal,” tandasnya.
Dengan skema baru tersebut, pemegang saham akan menerima dividen interim pada Juni, September, dan Desember, sebelum menerima dividen final setelah pelaksanaan RUPS pada Maret 2027.
“Jadi bulan Juni terima dividen interim. September, nanti Desember tanggalnya kita belum tentukan. Nanti bulan Maret yang Pak Rudy tadi jelaskan itu sudah full year setelah RUPS. Jadi setiap kuartal akan terima dividen dari BCA,” pungkas Vera. (*)
Editor: Galih Pratama


