Poin Penting
- Bank Victoria tidak membagikan dividen tahun buku 2025. Seluruh laba bersih Rp131,74 miliar dialokasikan untuk cadangan dan laba ditahan
- RUPST Bank Victoria memutuskan absen dividen. Sebanyak Rp25 miliar masuk dana cadangan, sisanya menjadi laba ditahan
- Meski membukukan laba Rp131,74 miliar pada 2025, Bank Victoria memilih menahan laba dan tidak menebar dividen.
Jakarta – PT Bank Victoria International Tbk (Bank Victoria) memutuskan tidak akan atau absen menebar dividen tahun buku 2025 kepada pemegang saham.
Keputusan tersebut diambil berdasarkan hasil Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) Bank Victoria yang digelar 5 Juni 2026 di Jakarta.
Dalam keterbukaan informasi, RUPST Bank Victoria memutuskan penggunaan laba bersih perseroan tahun buku 2025 sebesar Rp131,74 miliar sebagai pencadangan umum dan laba ditahan.
Baca juga: BCA Tebar Dividen Interim Perdana di Kuartal II, Simak Jadwal dan Tanggal Pencairannya
“Sebesar Rp25.000.000.000,- (dua puluh lima miliar rupiah) Dibukukan Sebagai Pembentukan Dana Cadangan Umum, Guna Memenuhi Ketentuan Pasal 70 Undangundang No. 40 Tahun 2007 Tentang Perseroan Terbatas Dan Pasal 25 Anggaran Dasar Perseroan,” tulis manajeman bank dengan kode saham BVIC ini.
“Sisanya sebesar Rp106.744.927.763,- (seratus enam miliar tujuh ratus empat puluh empat juta sembilan ratus dua puluh tujuh ribu tujuh ratus enam puluh tiga rupiah) akan dibukukan sebagai laba ditahan. Dengan demikian perseroan tidak memberikan dividen untuk Tahun Buku 2025,” tambah manajemen BVIC.
Baca juga: Unilever Indonesia Tebar Dividen Rp4,32 Triliun, Simak Jadwalnya
Berdasarkan risalah RUPST Bank Victoria, hingga Desember 2025, perseroan berhasil membukukan laba bersih Rp131,74 miliar.
Dari kinerja intermediasi, realisasi kredit BVIC mencapai Rp22,38 triliun, sedangkan Dana Pihak Ketiga (DPK) terkumpul Rp24,29 triliun per Desember 2025. Adapun total aset BVIC mencapai Rp36,20 triliun. (*)


