
Bank Raya terus mendorong pelaku usaha untuk membangun ekosistem usahanya melalui integrasi Saku Bisnis. Melalui penyediaan QRIS Bisnis dan fitur Kasir diharapkan dapat memudahkan pelaku usaha untuk memantau pembayaran melalui QRIS secara realtime dari Aplikasi Raya.
Ragam fitur tersebut semakin melengkapi berbagai fitur transaksi di Aplikasi Raya yang meliputi seperti QRIS CPM, berbagai macam biller seperti pembelian pulsa dan paket data, pembelian token listrik dan pembayaran tagihan listrik, PDAM, multifinance, zakat, pembayaran kartu kredit, pembayaran internet dan TV kabel dan Virtual Account.
Benefit lainnya adalah kemudahan akses yang dapat dinikmati nasabah Bank Raya adalah juga dapat melakukan setor dan tarik tunai di ATM BRI serta Agen BRILink di seluruh Indonesia, dan juga tarik tunai di jaringan Indomaret.
Sementara dari sisi digital lending, pertumbuhan didorong melalui inovasi Raya Paylater juga hadir sebagai opsi pembiayaan tambahan bagi nasabah dengan ketentuan pembayaran yang transparan dan fleksibel.
Bank Raya juga terus memperkenalkan produk digital lending yang menjadi champion product di Bank Raya yaitu Pinang Dana Talangan pinjaman untuk mendukung produktivitas Agen BRILink, Pinang Flexi pinjaman multiguna untuk karyawan tetap serta Pinang Maksima untuk invoice based financing dalam mendukung produktivitas bisnis pelaku usaha.
Pada akhir 2025, tercatat pertumbuhan pesat dari Top 3 Produk digital loan Bank Raya, yaitu outstanding Pinang Flexi meningkat 20,5% (yoy) atau menjadi sebesar Rp1,03 triliun, Pinang Dana Talangan bertumbuh 52,9% (yoy) menjadi sebesar Rp1,08 triliun dan Pinang Maxima bertumbuh 71,53% (yoy) atau menjadi Rp880 miliar.
Baca juga: Lewat Program Ini, Bank Raya Catat Kenaikan Nasabah Baru hingga Lebih dari 113 Ribu Orang
Sejalan dengan visi Bank Raya pada 2025 sebagai Bank Digital Utama yang Memberikan Solusi Keuangan Digital dengan Akses Terluas bagi Masyarakat di Indonesia, Bank Raya juga telah melakukan pendampingan pada 8 Cluster Unggulan dan lebih dari 200 Cluster Komunitas lainnya seperti para pelaku usaha, pendidikan, komunitas dan perdagangan.
Pendampingan ini memungkinkan para pelaku usaha mencapai potensi penuh mereka dengan mendukung upaya digitalisasi dan memberikan akses terhadap layanan keuangan, sehingga mereka dapat berpartisipasi secara lebih efektif dalam ekonomi digital.
Sepanjang 2025, Bank Raya juga terus mengoptimalkan potensi sinergi dengan ekosistem BRI dimulai dari pemanfaatan channel BRI seperti Agen BRILink dan Agen Gadai.
Bank Raya juga semakin memperluas cakupan layanan di antaranya melalui kerja sama dengan Perhutani, Mekari Talenta, APP Group dan Mitra SRC untuk pinjaman produktif serta DPLK BRI kerjasama fitur BRIFine pada Aplikasi Raya untuk mendorong perencanaan keuangan masa depan yang lebih baik dan YBM BRiLiaN untuk fitur pembayaran zakat & donasi dan juga ekosistem fintech dan digital lainnya untuk melayani UMKM.
Perbaikan Kualitas untuk Mendukung Pertumbuhan Bisnis Berkelanjutan
Langkah Bank Raya untuk bertransformasi digital adalah dengan melakukan strategi perbaikan kualitas guna mendukung pertumbuhan bisnis berkelanjutan.
Meskipun terdapat perlambatan dalam kinerja keuangan tahun 2025, dikarenakan perusahaan mengambil langkah perbaikan pada debitur-debitur legacy yang secara bertahap portofolionya akan diturunkan melalui pembentukan cadangan.
Di sisi lain Bank Raya terus memperkuat pertumbuhan bisnis digital secara prudent yang saat ini porsinya terus meningkat menjadi 39,8% dari tahun sebelumnya yaitu sebesar 32,1% sejalan dengan transformasi untuk terus memperkuat pertumbuhan bisnis digital. Bank Raya menargetkan di tahun 2026 bahwa porsi kredit digital akan lebih besar dari kredit legacy.
Bank Raya terus berkomitmen untuk menjaga rasio likuiditas pada level yang aman di mana rasio LDR tercatat 80,83%, Rasio Intermediasi Makroprudensial (RIM) di angka 84,41%, serta rasio LCR (Liquidity Coverage Ratio) tercatat 474,93% dan Rasio Net Stable Funding Ratio (NSFR) tercatat sebesar 171,98% di atas ketentuan minimum sebesar 100%.
Selain itu dari sisi permodalan juga masih terjaga terlihat dari rasio Total CAR sebesar 40,25% dan rasio Tier 1 CAR sebesar 39,30% yang akan mendukung ekspansi pertumbuhan bisnis Bank Raya ke depan.
“Komitmen kami untuk melakukan perbaikan pada debitur legacy dilakukan agar bank dapat bertumbuh lebih sehat secara jangka panjang. Dengan dukungan dari BRI dan strategi kami untuk terus bersinergi melalui strategi eksploitasi dan eksplorasi di ekosistem BRI Group, kami optimis dapat terus melanjutkan tren positif ini melalui pertumbuhan bisnis yang berkualitas dan efisiensi yang berkesinambungan,” tambah Bagus.
Komitmen pertumbuhan ini sudah terlihat pada kinerja pada Februari 2026, di mana Bank Raya telah mencetak laba bersih sebesar Rp5,11 miliar. Pendapatan bunga tercatat sebesar Rp194 miliar dengan pertumbuhan positif dibandingkan tahun sebelumnya.
Peningkatan pendapatan bunga dikontribusi dari pendapatan bunga digital lending yang terus tumbuh sejalan dengan peningkatan outstanding digital lending yang tumbuh double digit.









