Poin Penting
- Bank Raya membukukan laba bersih Rp12,01 miliar pada semester I 2026, didorong pertumbuhan bisnis digital.
- Digital saving tumbuh 66,4 persen menjadi Rp2,47 triliun, sementara kredit digital meningkat 22,6 persen menjadi Rp16,46 triliun.
- Likuiditas dan permodalan tetap solid, dengan LCR 444,63%, NSFR 166,46 persen, dan CAR mencapai 40,8 persen.
Jakarta – PT Bank Raya Indonesia Tbk (AGRO) atau Bank Raya membukukan kinerja keuangan yang solid pada kuartal II 2026 seiring dengan pertumbuhan bisnis digital, tercermin dari capaian laba bersih sebesar Rp12,01 miliar.
Pertumbuhan bisnis Bank Raya turut ditopang oleh peningkatan Digital Saving yang mencapai Rp2,47 triliun atau tumbuh 66,4 persen secara tahunan (yoy) serta peningkatan transaksi di Aplikasi Raya sebesar 41,2 persen yang mencapai 3 juta transaksi.
Baca juga: Bank Raya Dorong Talenta Muda Lebih Resilien dengan Optimalisasi Bank Digital di Young On Top National Conference 2026
Pertumbuhan digital saving juga mendorong rasio CASA Bank Raya pada kuartal II 2026 yang mengalami pertumbuhan menjadi 38,09 persen dari periode yang sama tahun sebelumnya pada 29,72 persen.
Kredit Digital Tumbuh Dua Digit
Bank Raya juga terus mencatatkan pertumbuhan yang kuat pada bisnis kredit digital. Hingga kuartal II 2026, penyaluran kredit digital mencapai Rp16,46 triliun dan meningkat 22,6 persen yoy, dengan outstanding kredit digital mencapai Rp3,17 triliun atau tumbuh 21,2 persen yoy.
Salah satu kontributor utama pertumbuhan tersebut berasal dari champion product Bank Raya, yakni Pinang Dana Talangan yang merupakan solusi pembiayaan digital yang ditujukan bagi Agen BRILink dan Agen Gadai.
Hingga kuartal II 2026, penyaluran Pinang Dana Talangan mencapai Rp14,67 triliun dan tumbuh 29,1 persen yoy yang telah disalurkan kepada sekitar 69 ribu Agen BRILink dan Agen Gadai.
Sementara itu, outstanding pembiayaan meningkat secara signifikan menjadi Rp1,19 triliun atau tumbuh 48,8 persen yoy.
Baca juga: Bank Raya Hadirkan Inovasi untuk Bangun Kebiasaan Menabung lewat Aktivitas Gerak
Direktur Utama Bank Raya, Ida Bagus Ketut Subagia, mengatakan bahwa, kinerja pada kuartal II 2026 mencerminkan konsistensi Bank Raya dalam mendorong pertumbuhan bisnis digital sejalan dengan komitmen perusahaan dalam bertransformasi digital.
“Melalui berbagai inovasi layanan dan penguatan ekosistem digital, kami terus mendorong pertumbuhan bisnis yang sehat sekaligus menghadirkan pengalaman perbankan yang semakin mudah, aman, dan relevan bagi masyarakat,” ucap Bagus dalam keterangan resmi dikutip, Jumat, 31 Juli 2026.
Likuiditas dan Permodalan Tetap Kuat
Adapun, dari sisi likuiditas, rasio Loan to Deposit (LDR) Bank Raya tercatat sebesar 83,31 persen dan Liquidity Coverage Ratio (LCR) sebesar 444,63 persen, serta rasio Net Stable Funding Ratio (NSFR) sebesar 166,46 persen di atas ketentuan minimum sebesar 100 persen, yang mencerminkan kondisi likuiditas Bank tetap terjaga dengan baik.
Sementara itu, permodalan Bank Raya juga tetap kuat dengan Capital Adequacy Ratio (CAR) sebesar 40,8 persen jauh di atas ketentuan regulator, sehingga memberikan ruang yang memadai bagi Bank Raya untuk terus mengembangkan bisnis secara sehat dan berkelanjutan. (*)
Editor: Yulian Saputra


