Gedung Bank Muamalat. (Foto: istimewa)
Jakarta – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) memberikan informasi terbaru terkait proses pengajuan permohonan pencatatan saham PT Bank Muamalat Indonesia Tbk (BBMI) atau Bank Muamalat kepada Bursa Efek Indonesia (BEI).
Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon OJK, Inarno Djajadi, menyatakan proses permohonan pencatatan saham Bank Muamalat hingga saat ini masih tertunda, sebab terdapat beberapa syarat yang belum dipenuhi oleh Bank Muamalat.
Baca juga: Bos BPKH Sudah Kantongi Investor Baru Bank Muamalat, Ini Bocorannya!
“Berdasarkan infomasi yang disampaikan oleh Bank Muamalat ke OJK, saat ini Bank Muamalat sedang berusaha memenuhi persyaratan pencatatan yang belum dipenuhi oleh Bank Muamalat,” ucap Inarno dalam keterangan tertulis dikutip, 9 Februari 2025.
Inarno menjelaskan, jika Bank Muamalat telah memenuhi segala syarat tersebut, Bank Muamalat akan segera mengajukan permohonan pencatatan kembali ke BEI.
Adapun, Bank Muamalat telah mengajukan permohonan pencatatan saham kepada BEI pada 24 November 2023 yang lalu, namun pada 18 Desember 2023 belum memberikan persetujuan atas permohonan pencatatan saham Bank Muamalat.
Baca juga: Tingkatkan Kualitas IPO, OJK Siapkan Langkah Ini ke Emiten
Pada beberapa waktu yang lalu, Direktur Penilaian BEI, I Gede Nyoman Yetna, menyebut, BEI masih menunggu Bank Muamalat untuk melakukan peninjauan kembali terkait dengan laporan keuangan hingga dokumen legal sebelum akhirnya mengajukan permohonan pencatatan saham kembali ke BEI.
Sebagai informasi, Bank Muamalat sebenarnya sudah tercatat sebagai perusahaan terbuka sejak 1993, hanya saja hingga saat ini, sahamnya masih belum tercatat di BEI. (*)
Editor: Galih Pratama
Poin Penting Kereta Whoosh sempat berhenti akibat seng di jalur, namun sensor mendeteksi dini dan… Read More
Poin Penting Jepang menandatangani MoU investasi senilai Rp384 triliun dengan Indonesia. Kerja sama mencakup sektor… Read More
Poin Penting Tiga prajurit TNI gugur dan tiga lainnya terluka dalam misi UNIFIL di Lebanon.… Read More
Poin Penting IHSG ditutup turun 2,19% pada 2 April 2026, diikuti pelemahan seluruh indeks utama.… Read More
Poin Penting IHSG melemah 0,99% sepekan, dengan lima saham utama menjadi penekan terbesar indeks. BREN… Read More
Poin Penting IHSG melemah 0,99% dalam sepekan ke level 7.026,78, seiring mayoritas indikator pasar saham… Read More