Poin Penting
- Bank Mandiri apresiasi perpanjangan dana SAL hingga September 2026 untuk memperkuat likuiditas dan kredit sektor produktif.
- Penyaluran kredit dari dana SAL berjalan positif, menjangkau sektor strategis dan UMKM di 37 provinsi.
- Bank Mandiri akan menjaga ekspansi kredit secara selektif guna mendukung pertumbuhan ekonomi yang sehat.
Jakarta – Bank Mandiri mengapresiasi langkah pemerintah memperpanjang penempatan dana Saldo Anggaran Lebih (SAL) di Himpunan Bank Milik Negara (Himbara) hingga September 2026.
Corporate Secretary Bank Mandiri Adhika Vista mengatakan, perpanjangan ini diharapkan memperkuat likuiditas sistem perbankan dan menjaga ruang penyaluran kredit agar tetap terarah ke sektor-sektor produktif yang berorientasi ekonomi kerakyatan.
“Dapat kami sampaikan, Bank Mandiri mengapresiasi langkah Kementerian Keuangan memperpanjang penempatan dana SAL di perbankan hingga September 2026,” kata Adhika dalam keterangannya, Sabtu, 28 Februari 2026.
Baca juga: Ekonom Bank Mandiri Nilai Perpanjangan Dana SAL Redakan Tensi “Perang” Likuiditas
Adapun hingga saat ini, realisasi penyaluran kredit yang bersumber dari dana SAL Kementerian Keuangan di Bank Mandiri menunjukkan progres positif dan berjalan sesuai rencana penempatan.
“Seluruh penyaluran tersebut dilaksanakan dengan prinsip kehati-hatian serta pelaporan yang transparan sesuai ketentuan yang berlaku,” imbuhnya.
Adhika menyebutkan, penyaluran kredit tersebut telah menjangkau berbagai sektor strategis nasional. Dukungan pembiayaan juga tersalurkan secara luas kepada pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) sebagai penggerak utama ekonomi kerakyatan.
Baca juga: Realisasi Kredit Bank Mandiri Januari 2026 “Ngegas”, Tumbuh 15,62 Persen
Selain itu, penyaluran kredit telah menjangkau 37 provinsi di seluruh Indonesia, mencerminkan distribusi pembiayaan yang inklusif dan merata.
Komitmen Jaga Kualitas Kredit
Bank Mandiri memastikan ekspansi kredit ke depan akan dilakukan secara selektif dengan mempertimbangkan permintaan, kondisi makroekonomi, serta kualitas risiko.
“Ke depan, Bank Mandiri akan terus memastikan setiap ekspansi kredit dilakukan secara selektif dengan mempertimbangkan dinamika permintaan, kondisi makroekonomi, serta kualitas risiko yang terjaga, sehingga pertumbuhan kredit tetap sehat dan di atas rata-rata industri,” ujar Adhika.
Baca juga: Bank Mandiri Siapkan Rp44 Triliun Uang Tunai untuk Kebutuhan Ramadan-Lebaran 2026
Melalui optimalisasi fungsi intermediasi tersebut, Bank Mandiri memperkuat perannya sebagai mitra strategis pemerintah dalam mendorong aktivitas sektor produktif, meningkatkan daya saing usaha nasional, serta membuka peluang penciptaan lapangan kerja secara berkelanjutan. (*)
Editor: Yulian Saputra










