Poin Penting
- Bank Jago masih mengkaji peluncuran layanan emas digital bersama mitra strategis.
- Produk akan diluncurkan setelah seluruh kajian dan persetujuan regulator selesai.
- Pengguna ekosistem investasi Bank Jago, Bibit, dan Stockbit masih berpotensi tumbuh.
Jakarta – PT Bank Jago Tbk tengah menjajaki layanan emas digital sebagai alternatif instrumen investasi bagi nasabah. Produk tersebut masih dalam tahap eksplorasi, termasuk mencari mitra strategis sebelum resmi diluncurkan.
Head of Wealth Management Bank Jago, Nyoman Sukmawati, mengatakan mengatakan perseroan masih melakukan berbagai kajian, mulai dari aspek bisnis, manajemen risiko, kesiapan operasional, hingga pemenuhan ketentuan regulator.
“Salah satu instrumen yang saat ini sedang kami eksplorasi adalah emas digital. Kami melihat minat masyarakat terhadap investasi emas terus meningkat. Karena itu, kami mempelajari kemungkinan menghadirkan layanan tersebut bersama mitra yang tepat,” ujarnya, dalam media briefing di Jakarta, Kamis, 6 Agustus 2026.
Baca juga: Bank Jago-Bibit Perkuat Ekosistem Investasi, Pengguna Tembus 3,6 Juta per Juli 2026
Menurut Nyoman, Bank Jago belum dapat menentukan target peluncuran layanan emas digital. Produk baru akan diperkenalkan setelah seluruh proses kajian rampung dan memperoleh persetujuan regulator.
“Sebagai bank, kami harus menjalankan seluruh proses kajian secara hati-hati, mulai dari aspek bisnis, manajemen risiko, kesiapan operasional, hingga memperoleh persetujuan regulator sebelum produk dapat diluncurkan. Karena itu, kami belum dapat menyampaikan target waktu peluncuran. Namun, setelah seluruh proses tersebut selesai dan produk dinilai siap, tentu akan segera kami perkenalkan kepada masyarakat,” ungkapnya.
Prospek Wealth Management Bank Jago
Selain mengeksplorasi emas digital, Bank Jago juga menilai prospek bisnis wealth management di Indonesia masih sangat besar.
Hingga Juni 2026, jumlah pengguna aplikasi Bank Jago telah mencapai 14,7 juta. Namun, pengguna yang telah memanfaatkan ekosistem investasi Bank Jago bersama Bibit dan Stockbit baru mencapai 3,6 juta.
“Artinya, kami masih memiliki kesempatan yang sangat besar untuk memperkenalkan berbagai fitur dan kemudahan investasi kepada nasabah,” katanya.
Baca juga: Kolaborasi Bank Jago dan Bibit Tingkatkan Jumlah Pengguna Aktif 20 Persen
Nyoman menjelaskan, setiap nasabah memiliki preferensi dan profil risiko yang berbeda. Karena itu, Bank Jago bersama Bibit dan Stockbit menyediakan beragam pilihan instrumen investasi, mulai dari reksa dana, saham, hingga obligasi, agar sesuai dengan kebutuhan masing-masing nasabah.
Bank Jago juga terus melakukan edukasi dan sosialisasi kepada pengguna dan menghadirkan inovasi, salah satunya melalui fitur Instant Redemption pada reksa dana yang memungkinkan dana dicairkan lebih fleksibel saat dibutuhkan.
Kolaborasi dengan Bibit dan Stockbit Terus Bertumbuh
Sejalan dengan hal tersebut, Head of PR & Corporate Communication Bibit & Stockbit, William, menuturkan jumlah pengguna yang telah menghubungkan akun Bank Jago dengan ekosistem Bibit dan Stockbit tumbuh sekitar 43 persen secara tahunan (year-on-year/yoy).
Sementara itu, jumlah Rekening Dana Nasabah (RDN) yang menggunakan Bank Jago meningkat sekitar 118 persen secara tahunan.
Menurut Wiliam, pertumbuhan tersebut didukung kemudahan layanan investasi yang aman, sederhana, dan terintegrasi, serta kondisi pasar modal yang turut memengaruhi aktivitas investasi masyarakat.
“Karena itu, fokus kami adalah terus menghadirkan inovasi yang menjawab kebutuhan masyarakat. Kami akan terus mengembangkan fitur-fitur baru, termasuk berbagai inovasi yang saat ini masih dalam tahap pengembangan, sehingga dapat menjadi pendorong pertumbuhan pengguna di masa mendatang,” katanya, Kamis, 6 Agustus 2026.
Baca juga: Bank Jago Permudah Cek SLIK OJK, Fitur Rapor Kredit Dorong Pinjaman Lebih Bijak
Nyoman menambahkan, layanan RDN Syariah yang diluncurkan pada 2024 juga menunjukkan pertumbuhan yang pesat. Hingga kini jumlah pembukaan RDN Syariah telah mendekati 500 ribu rekening, dengan pertumbuhan lebih dari 500 persen.
“Hal ini menunjukkan bahwa minat masyarakat terhadap investasi, baik konvensional maupun syariah, masih sangat besar sehingga menjadi peluang pertumbuhan bagi kami,” tambah Nyoman.
Sebagai informasi, dari sisi portofolio investasi, nasabah Bank Jago yang berinvestasi melalui Bibit dan Stockbit masih didominasi instrumen saham dengan porsi 48,4 persen, diikuti reksa dana 38,6 persen, dan obligasi 13 persen.
Adapun berdasarkan volume transaksi, saham menyumbang 88 persen, reksa dana 11,9 persen, dan sisanya obligasi. (*) Ayu Utami


