Poin Penting
- Pengguna Bank Jago yang terhubung dengan ekosistem Bibit dan Stockbit mencapai 3,6 juta hingga Juli 2026.
- Jumlah pengguna Rekening Dana Nasabah (RDN) Bank Jago yang terkoneksi dengan kedua platform hampir menyentuh 2 juta.
- Kolaborasi dinilai memperluas akses investasi digital dan mendorong partisipasi investor ritel.
Jakarta – Kolaborasi PT Bank Jago Tbk dengan platform investasi Bibit dan Stockbit selama lima tahun terakhir berhasil menjangkau jutaan investor ritel.
Hingga Juli 2026, jumlah pengguna Bank Jago yang terhubung dengan ekosistem Bibit dan Stockbit telah mencapai 3,6 juta pengguna, sementara pengguna Rekening Dana Nasabah (RDN) Bank Jago yang terkoneksi dengan kedua platform tersebut hampir menyentuh 2 juta pengguna.
Capaian tersebut mencerminkan semakin tingginya minat masyarakat memanfaatkan layanan keuangan digital yang terintegrasi untuk mengelola keuangan sekaligus berinvestasi.
Head of Wealth Management Bank Jago, Nyoman Sukmawati, mengatakan kemitraan dengan Bibit dan Stockbit menjadi salah satu strategi Bank Jago dalam memperkuat ekosistem investasi digital di Indonesia.
“Perjalanan bersama Bibit dan Stockbit menjadi bagian penting dalam pengembangan kemitraan strategis yang dilakukan Bank Jago. Kolaborasi ini telah membantu lebih banyak masyarakat memulai dan mengembangkan investasi di instrumen keuangan dan pasar modal yang saling terintegrasi secara digital,” ujar Nyoman dalam kegiatan diskusi di Forum Jurnalis Jagoan (FJJ), di Jakarta, Kamis, 6 Agustus 2026.
Baca juga: Pengguna Jago Terhubung Bibit-Stockbit Tembus 3 Juta, Investasi Naik 80 Persen
Dari sisi portofolio investasi, nasabah Bank Jago yang berinvestasi melalui Bibit dan Stockbit masih didominasi instrumen saham dengan porsi 48,4 persen, disusul reksa dana 38,6 persen, dan obligasi 13 persen.
Sementara berdasarkan volume transaksi, saham menyumbang 88 persen, reksa dana 11,9 persen, dan sisanya obligasi.
Investor Pasar Modal Terus Bertambah
Head of PR & Corporate Communication Bibit & Stockbit, William, menilai kolaborasi tersebut berlangsung di tengah pertumbuhan jumlah investor pasar modal Indonesia yang terus meningkat.
Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI), hingga akhir semester I-2026 jumlah investor pasar modal di Indonesia telah mendekati 30 juta investor.
Menurut William, investasi kini telah menjadi bagian dari gaya hidup masyarakat, terutama kalangan generasi muda, sebagai upaya membangun kesehatan finansial dan mencapai tujuan keuangan jangka panjang.
Baca juga: IHSG Rawan Terkoreksi, Analis Jagokan 4 Saham Ini
Saat ini, Bibit dan Stockbit telah melayani lebih dari 10 juta pengguna. Hampir 90 persen di antaranya berasal dari generasi milenial dan Gen Z.
Integrasi layanan dengan Bank Jago, termasuk kemudahan pembukaan Rekening Dana Nasabah (RDN), dinilai turut mendorong peningkatan partisipasi masyarakat di pasar modal.
“Kolaborasi ini bukan hanya mengenai integrasi bisnis dan teknologi, tetapi memberikan pilihan investasi sesuai dengan profil risiko, kondisi keuangan, dan tujuan keuangan tiap individu. Fitur Nabung Rutin hasil kolaborasi dengan Bank Jago juga terbukti membantu masyarakat Indonesia membangun disiplin berinvestasi,” kata William di acara yang sama.
Perluas Pilihan Produk Investasi
Ke depan, Bank Jago menyatakan akan terus memperkuat kolaborasi dengan berbagai ekosistem keuangan sekaligus memperluas pilihan produk investasi bagi nasabah.
Selain reksa dana, saham, dan obligasi yang telah tersedia saat ini, Bank Jago juga membuka peluang menghadirkan instrumen investasi baru seiring perkembangan kebutuhan nasabah, dinamika pasar, dan transformasi digital. (*) Ayu Utami


