Analisis

Bank Bakal Kena “Palak” Lagi

Ada banyak iuran. Semua itu beban. Jika tidak bisa mengelak, ada beberapa catatan, bagaimana probabilitas terjadinya kegagalan bank dan bagaimana program restrukturisasi ini dijalankan (trigger point). Kondisi-kondisi itu perlu dapat dipertimbangkan sehingga dapat dimasukkan dalam formula penetapan premi.

Bagaimana bank-bank yang tidak masuk kategori sistemik yang tidak otomatis akan diselamatkan tapi tetap membayar iuran premi restrukturisasi untuk industri? Artinya, membayar untuk industri yang tidak akan dinikmati secara langsung bagi banknya.

Sejalan dengan itu, waktu pembayaran premi yang diharapkan bisa dilakukan secara conditional, disesuaikan dengan kondisi industri perbankan (kapan akan dikenakan dan kapan akan dihentikan). Jujur, karena bagaimana pun, bagi bank, premi ini merupakan tambahan biaya yang harus dapat dikelola dengan baik agar efisiensi tetap terjaga.

Semoga “palak” baru ini tidak menjadi beban terlalu berat bagi bank-bank yang tengah melakukan upaya efisiensi. Tidak mudah menjadi bankir di Indonesia. Katanya lebih mudah masuk surga dibandingkan dengan menjadi bankir di Indonesia—karena segala aturan dan beban sedang menumpuk di pundak bankir. (*)

(Baca juga: Memotong Lingkaran Setan Kredit)

 

 

Penulis adalah Pimpinan Redaksi Infobank

Page: 1 2 3 4

Paulus Yoga

View Comments

  • Kebijakan ini secara tidak langsung merupakan pemiskinan bankir (dan pegawai bank) secara sistematis, masif dan terstruktur...

    Semoga bankir makin kuat dlm mematuhi aturan2 dari otoritas yg makin banyak..

Recent Posts

Budi Herawan Kembali Pimpin AAUI, Siapkan Strategi Hadapi Ketidakpastian Global

Poin Penting Budi Herawan kembali terpilih sebagai Ketua AAUI periode 2026–2030 melalui aklamasi, mencerminkan kepercayaan… Read More

2 days ago

Strategi DSSA Perkuat Fondasi Pertumbuhan Jangka Panjang

Poin Penting DSSA mengintegrasikan bisnis energi berkelanjutan dan infrastruktur digital sebagai mesin pertumbuhan jangka panjang,… Read More

2 days ago

Jelang Long Weekend Paskah, IHSG Kembali Ditutup Merosot 2 Persen Lebih ke Posisi 7.026

Poin Penting IHSG turun 2,19% ke 7.026, dengan 530 saham melemah. Mayoritas sektor terkoreksi, dipimpin… Read More

2 days ago

BSI Pastikan Layanan Perbankan di Wilayah Terdampak Gempa Sulut-Malut Tetap Berjalan

Poin Penting Layanan BSI tetap berjalan normal di wilayah terdampak gempa, hanya satu cabang terkendala… Read More

2 days ago

OJK Catat Aset Keuangan Syariah 2025 Tembus Rp3.100 Triliun, Naik 8,61 Persen

Poin Penting Total aset keuangan syariah mencapai Rp3.100 triliun per Desember 2025, tumbuh 8,61 persen… Read More

2 days ago

KPP Supply Bank BPD Bali Tembus Rp44,40 Miliar di Awal 2026

Poin Penting Penyaluran Kredit Pembiayaan Perumahan (KPP) Bank BPD Bali tumbuh signifikan, dengan sisi supply… Read More

2 days ago