Poin Penting
- Bank Aladin Syariah mengandalkan kolaborasi strategis untuk memperluas ekosistem keuangan syariah digital dan menghadirkan layanan yang lebih terintegrasi
- Perseroan terus memperkuat kemitraan lintas ekosistem dan strategi O2O guna mendorong inovasi serta meningkatkan inklusi keuangan syariah
- Hingga kuartal I-2026, Bank Aladin Syariah membukukan laba bersih Rp23,3 miliar, aset Rp15,1 triliun, dan pertumbuhan nasabah aktif 30,17 persen (yoy).
Jakarta – PT Bank Aladin Syariah Tbk terus mengembangkan strategi kolaborasi sebagai motor utama dalam memperkuat ekosistem keuangan syariah digital.
Melalui sinergi dengan berbagai mitra strategis, perseroan berupaya menghadirkan layanan keuangan yang lebih terintegrasi, mudah diakses, dan sesuai dengan kebutuhan masyarakat.
Corporate Secretary Head PT Bank Aladin Syariah Tbk, Ratna Wahyuni, mengatakan mengatakan kolaborasi merupakan salah satu strategi utama perseroan dalam membangun ekosistem keuangan syariah yang berkelanjutan.
“Kami percaya bahwa kolaborasi yang konstruktif menjadi kunci untuk memperluas akses layanan keuangan syariah, mendorong inovasi, serta menciptakan nilai tambah yang berkelanjutan bagi masyarakat,” ujar Ratna dikutip 2 Juli 2026.
Baca juga: Bank Aladin Syariah Ungkap 3 Kunci Sukses Balik Untung pada 2025
Menurutnya, sejak awal beroperasi sebagai bank syariah digital, Bank Aladin Syariah secara konsisten memperluas ekosistem layanan melalui kerja sama dengan pelaku industri, institusi keuangan, hingga berbagai organisasi.
Strategi tersebut dilakukan untuk menghadirkan pengalaman perbankan yang lebih terintegrasi sekaligus memperluas jangkauan layanan keuangan syariah digital.
Ratna menegaskan, perseroan akan terus memperkuat kolaborasi lintas ekosistem, baik dengan lembaga keuangan, pelaku industri, maupun komunitas.
“Langkah tersebut diharapkan mampu menghadirkan layanan yang semakin relevan dengan kebutuhan nasabah di tengah percepatan transformasi digital,” jelasnya.
Sejalan dengan perkembangan industri perbankan, Bank Aladin Syariah juga terus mengembangkan model bisnis berbasis ekosistem melalui strategi offline-to-online (O2O).
Perseroan memperluas kemitraan strategis serta menghadirkan inovasi layanan yang mendukung kebutuhan transaksi dan pengelolaan keuangan masyarakat secara lebih mudah, aman, dan tetap sesuai prinsip syariah.
Strategi kolaborasi tersebut menjadi bagian dari upaya Bank Aladin Syariah untuk memperkuat posisinya di industri perbankan digital syariah yang semakin kompetitif, sekaligus mendukung terbentuknya ekosistem ekonomi digital yang inklusif dan berkelanjutan.
Baca juga: Industri Keuangan Syariah Diminta Proaktif Hadapi Disrupsi AI dan Sustainability
Berkat strategi tersebut, baru-baru ini Bank Aladin Syariah dinobatkan sebagai Indonesia Best Bank 2026 for Strengthening Constructive Synergy to Provide Comprehensive Financial Solutions pada kategori KBMI 1–Bank Digital dalam ajang Indonesia Best Bank Awards 2026.
“Ini merupakan apresiasi industri atas komitmen Bank Aladin Syariah dalam membangun sinergi bersama berbagai mitra strategis untuk menghadirkan solusi keuangan yang semakin komprehensif,” jelasnya.
Sementara secara kinerja, perseroan juga menunjukkan tren positif. Hingga kuartal I 2026, Bank Aladin Syariah membukukan laba bersih sebesar Rp23,3 miliar, dengan total aset mencapai Rp15,1 triliun. Adapun jumlah nasabah aktif meningkat 30,17 persen secara year-on-year (yoy). (*)


