Poin Penting
- Banjir luapan Semeru merendam rumah milik 300 KK di wilayah Kutorenon dan sekitarnya.
- BPBD Lumajang melakukan evakuasi cepat dan distribusi logistik darurat bagi warga terdampak.
- Pemerintah daerah menegaskan komitmen percepatan pemulihan serta kewaspadaan terhadap risiko banjir lanjutan.
Jakarta – Banjir kembali menjadi ancaman serius bagi warga Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, setelah luapan dari lereng Gunung Semeru merendam ratusan rumah dan memaksa ratusan keluarga mengungsi pada Jumat (15/5/2026).
Bencana banjir tersebut merendam permukiman di Desa Kutorenon dan sekitarnya, dengan total 300 kepala keluarga (KK) terdampak. Kawasan hilir di Kecamatan Sukodono menjadi lokasi terparah akibat limpasan air yang tak mampu ditampung aliran sungai.
Menurut laporan awal, kondisi ini dipicu hujan deras yang mengguyur wilayah hulu Semeru sejak Kamis malam, meski musim kemarau telah berlangsung.
Baca juga: Update Banjir di Kendari: 2.985 Warga Terdampak dan 657 Rumah Terendam
Respons Cepat BPBD Lumajang Tangani Banjir
Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Lumajang Isnugroho menyatakan bahwa banjir terjadi akibat tingginya debit air kiriman dari kawasan lereng Semeru. “Banjir terjadi akibat tingginya debit air kiriman dari kawasan lereng Gunung Semeru setelah hujan deras mengguyur wilayah Kecamatan Senduro, Gucialit dan Pasrujambe sejak Kamis (14/5) malam,” ujarnya dikutip Antara.
Intensitas hujan yang masih tinggi di kawasan hulu menyebabkan sungai meluap dan mengalir deras ke permukiman warga. Begitu laporan diterima, tim gabungan BPBD langsung diterjunkan.
“Tim langsung diterjunkan begitu menerima laporan kejadian untuk memastikan keselamatan warga terdampak. Sejak dini hari seluruh personel telah diterjunkan untuk memastikan keselamatan warga, melakukan evakuasi, serta mendistribusikan bantuan kebutuhan dasar,” katanya.
Evakuasi Warga dan Distribusi Bantuan
BPBD bersama TNI, Polri, relawan, serta perangkat desa melakukan asesmen lapangan, evakuasi warga, hingga penyaluran bantuan logistik darurat kepada korban banjir. Petugas juga membantu memindahkan barang-barang rumah tangga dan ternak milik warga untuk mengurangi potensi kerugian.
Genangan terparah terjadi di Dusun Biting RW 08, 09, dan 10, sementara Dusun Krajan II serta Dusun Sekarputih di Desa Sumberejo turut terdampak dengan ketinggian air mencapai 1,2 meter di sejumlah titik.
Empat warga yang mengalami gangguan kesehatan telah dievakuasi menuju Puskesmas Sukodono untuk mendapatkan penanganan medis. Selain itu, bantuan awal berupa makanan siap saji, lauk kaleng, dan tambahan gizi juga didistribusikan. “Selain itu, BPBD menyalurkan bantuan awal berupa makanan siap saji, lauk kaleng, dan tambahan gizi untuk warga terdampak,” ujar Isnugroho.
Baca juga: Pasca Dilanda Banjir, Kinerja Bank Aceh Tetap Moncer di Kuartal I 2026
Komitmen Pemerintah Daerah dalam Pemulihan
Isnugroho menegaskan penanganan cepat ini merupakan bentuk komitmen Pemerintah Kabupaten Lumajang dalam menjamin keselamatan warga dan mempercepat pemulihan kawasan terdampak bencana. Upaya lanjutan masih disiapkan untuk memastikan kebutuhan para warga terpenuhi serta mencegah risiko susulan akibat kondisi cuaca yang tidak menentu.
Pemerintah daerah menekankan pentingnya kewaspadaan masyarakat terhadap potensi banjir serupa, terutama mengingat intensitas hujan yang masih tinggi di wilayah hulu Semeru. (*)
Editor: Galih Pratama


