Poin Penting
- Bahlil Lahadalia menargetkan konversi motor listrik bisa meningkat hingga 4–6 juta unit per tahun seiring perkembangan teknologi yang semakin murah.
- Presiden Prabowo Subianto menunjuk Bahlil sebagai Ketua Satgas Percepatan Transisi Energi untuk mempercepat implementasi energi bersih.
- Pemerintah menargetkan konversi sekitar 120 juta sepeda motor konvensional menjadi motor listrik dalam waktu tiga hingga empat tahun.
Jakarta – Pemerintah mempercepat program konversi sepeda motor berbahan bakar minyak (BBM) menjadi kendaraan listrik. Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menyebut target konversi motor listrik berpotensi meningkat hingga 6 juta unit per tahun seiring perkembangan teknologi yang semakin murah.
Bahlil mengatakan program konversi motor listrik sebenarnya sudah berjalan beberapa tahun terakhir dengan target sekitar 200 ribu unit per tahun. Namun, pemerintah kini menilai kapasitas program tersebut bisa diperluas karena teknologi konversi kendaraan semakin berkembang.
“Tapi sekarang kan sudah mulai ada teknologinya, lebih murah. Jadi mungkin sekitar 4, 5, sampai 6 juta (target konversi per tahun). Jadi semakin ke sini semakin murah,” kata Bahlil di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, dikutip Antara, Kamis, 6 Maret 2026.
Baca juga: Bahaya Laten Free Float 15 Persen: Ketika Pasar Berbisik “Go Private”, Waspadalah Jika Bank Ikut Arus
Skema Dukungan Konversi Motor Listrik
Bahlil menjelaskan pemerintah masih menyiapkan formulasi dukungan bagi program konversi motor listrik, termasuk kemungkinan pemberian subsidi seperti yang pernah diterapkan sebelumnya.
Menurutnya, skema dukungan tersebut akan dibahas lebih lanjut oleh satuan tugas (satgas) yang baru dibentuk pemerintah untuk mempercepat implementasi energi bersih.
“Nanti kita cari formulasinya yang baik. Satgas kan baru diumumkan hari ini. Jadi habis ini kami akan melakukan kerja-kerja Satgas sehingga perencanaannya lebih-lebih betul-betul presisi,” jelasnya.
Satgas tersebut dibentuk untuk mempercepat konversi kendaraan bermotor konvensional menjadi kendaraan listrik. Program ini menargetkan konversi dari sekitar 120 juta sepeda motor konvensional yang saat ini masih beroperasi di Indonesia.
Bahlil Ditunjuk Jadi Ketua Satgas Transisi Energi
Dalam kesempatan terpisah, Presiden Prabowo Subianto menunjuk Bahlil sebagai Ketua Satuan Tugas Percepatan Transisi Energi.
Penunjukan tersebut diputuskan dalam rapat terbatas di Istana Negara yang membahas percepatan implementasi energi bersih dan energi baru terbarukan.
“Kami baru selesai melakukan rapat terbatas dengan Bapak Presiden, yang pembahasannya pada implementasi energi bersih dan terbarukan. Di dalamnya, termasuk kaitannya dengan (program) 100 gigawatt (GW) untuk PLTS, kemudian energi baru terbarukan,” ujar Bahlil.
Menurut Bahlil, pembentukan satgas ini bertujuan mempercepat pelaksanaan transisi energi sekaligus mengurangi beban subsidi energi pemerintah.
“Sudah tentu orientasinya ini adalah transisi energi bisa kita lakukan lebih cepat, tapi juga kita bisa mengurangi subsidi. Karena dengan kita mengonversi dari PLTD atau diesel ke PLTS, maka itu akan mengakibatkan efisiensi terhadap subsidi listrik dan sekaligus kita mendorong percepatan untuk pemakaian motor dan mobil listrik,” tambah Bahlil.
Selain konversi kendaraan listrik, pemerintah juga mendorong pemanfaatan pembangkit listrik tenaga surya (PLTS), terutama untuk mempercepat elektrifikasi di pulau-pulau terpencil dan daerah yang sulit dijangkau.
Baca juga: Pegadaian Ungkap Cerita Harga Emas: Dulu 1 Kg Setara Motor Astrea, Kini Mobil Hyundai
Target Konversi 120 Juta Motor dalam 3–4 Tahun
Bahlil menambahkan bahwa pemerintah menargetkan konversi sepeda motor berbahan bakar fosil menjadi motor listrik dapat berjalan maksimal dalam kurun waktu tiga hingga empat tahun.
Presiden Prabowo bahkan berharap implementasi program tersebut bisa terealisasi lebih cepat agar transisi menuju energi bersih dapat dipercepat.
“Bapak Presiden sangat berkeinginan untuk implementasinya dilakukan segera dan insya Allah kita akan melakukan dalam kurun waktu yang tidak lama. Bapak Presiden tadi menyampaikan bahwa maksimal 3 sampai 4 tahun, bahkan kalau bisa lebih cepat lagi,” sebut Bahlil.
Program konversi motor listrik tersebut menjadi bagian dari strategi pemerintah untuk mempercepat transisi energi, mengurangi ketergantungan pada BBM, serta meningkatkan penggunaan energi yang lebih ramah lingkungan. (*)
Editor: Galih Pratama










