Awal 2022 Aliran Modal Asing Keluar Rp5,34 Triliun

Awal 2022 Aliran Modal Asing Keluar Rp5,34 Triliun

Jakarta – Bank Indonesia (BI) mencatatkan aliran modal asing keluar atau capital outflow hingga minggu keempat di Januari 2022 dengan total sebesar Rp5,34 triliun.

“Berdasarkan data transaksi 24-27 Januari 2022, nonresiden di pasar keuangan domestik jual neto Rp5,34 triliun,” ujar Direktur Eksekutif Kepala Departemen Komunikasi BI Erwin Haryono dikutip, Jumat, 28 Januari 2022.

Lebih lanjut, Erwin menjelaskan, aliran modal asing keluar paling besar berasal dari aksi jual neto Surat Berharga Negara sebesar Rp5,32 triliun dan diikuti aksi jual neto di pasar saham sebesar Rp0,02 triliun.

Jika diakumulasikan, aliran modal asing sampai dengan 27 Januari 2022 year-to-date (ytd), terjadi transaksi jual neto Rp2,34 triliun di pasar SBN dan beli neto Rp5,72 triliun di pasar saham. Kemudian, Premi CDS Indonesia 5 tahun naik ke level 88,81 bps per 27 Januari 2022 dari 86,60 bps per 21 Januari 2022.

Lalu, berdasarkan Survei Pemantauan Harga pada minggu IV Januari 2022, perkembangan harga pada Januari 2022 tetap terkendali dan diperkirakan inflasi sebesar 0,53% (mtm). Dengan perkembangan tersebut, perkiraan inflasi Januari 2022 secara tahun kalender sebesar 0,53% (ytd), dan secara tahunan sebesar 2,15% (yoy).

Penyumbang utama inflasi Januari 2022 sampai dengan minggu IV yaitu komoditas Bahan Bakar Rumah Tangga (BBRT) sebesar 0,12% (mtm), daging ayam ras sebesar 0,09% (mtm), tomat dan beras masing-masing sebesar 0,05% (mtm), telur ayam ras, sabun detergen bubuk/cair dan rokok kretek filter masing-masing sebesar 0,03% (mtm).

Kemudian bawang merah sebesar 0,02% (mtm), cabai rawit, minyak goreng, jeruk, mie kering instan, bawang putih, kangkung, gula pasir dan emas perhiasan masing-masing sebesar 0,01% (mtm). Sementara itu, komoditas yang mengalami deflasi yaitu cabai merah sebesar -0,05% (mtm) dan tarif angkutan udara sebesar -0,02% (mtm). (*)

 

Editor: Rezkiana Nisaputra

Related Posts

News Update

Top News