Poin Penting
- Net foreign sell tembus Rp1,01 triliun pada 16 April 2026, mendorong total outflow asing secara year-to-date (ytd) menjadi Rp33,69 triliun
- Tekanan jual didominasi sektor perbankan besar dan energi, dengan saham yang paling banyak dilepas antara lain BBCA, BBRI, BMRI, BUMI, dan ASII
- IHSG ditutup melemah tipis 0,03 persen ke 7.621,38, seiring tekanan di sejumlah sektor seperti infrastruktur, bahan baku, dan properti.
Jakarta – Net foreign sell atau aliran dana investor asing yang keluar dari Indonesia tembus Rp1,01 triliun pada perdagangan Kamis, 16 April 2026.
Outflow investor asing tersebut mayoritas berasal dari sektor keuangan, khususnya perbankan dengan kapitalisasi pasar jumbo dan diikuti sektor energi. Aksi net sell tersebut mendorong kenaikan outflow secara year-to-date (ytd) menjadi sebesar Rp33,69 triliun.
Baca juga: Adaro Andalan Indonesia Siapkan Rp5 Triliun untuk Buyback Saham
Berdasarkan data Phillip Sekuritas, terdapat lima saham terbanyak yang dijual oleh investor asing. Berikut rinciannya:
- PT Bank Central Asia Tbk (BBCA): Rp369,00 miliar
- PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI): Rp302,50 miliar
- PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI): Rp160,01 miliar
- PT Bumi Resources Tbk (BUMI): Rp128,08 miliar
- PT Astra International Tbk (ASII): Rp47,58 miliar.
Aksi net sell asing tersebut sejalan dengan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan kemarin yang ditutup berbalik pada zona merah ke posisi 7.621,38 atau turun tipis 0,03 persen dari level 7.623,58.
Adapun berdasarkan statistik RTI Business, tercatat sebanyak 318 saham terkoreksi, 356 saham menguat, dan 147 saham tetap tidak berubah.
Baca juga: UNTR Buka-bukaan Soal Peluang Buyback Saham
Lalu, tercatat sebanyak 39,81 miliar saham diperdagangkan dengan 2,63 juta kali frekuensi perpindahan tangan, serta total nilai transaksi mencapai Rp18,14 triliun.
Kemudian, sektor-sektor yang terpantau melemah antara lain, sektor infrastruktur, sektor bahan baku, dan sektor properti. (*)
Editor: Galih Pratama







