Poin Penting
- IHSG dibuka menguat 0,29 persen ke level 7.643,19 dengan transaksi awal Rp306,47 miliar dan mayoritas saham menguat (294 saham naik)
- Pergerakan diprediksi variatif di kisaran 7.500–7.700 setelah sebelumnya terkoreksi tipis usai reli lima hari beruntun
- Sentimen campuran datang dari outflow asing Rp1,16 triliun, pelemahan rupiah ke Rp17.141/USD, serta faktor global seperti kinerja Wall Street dan dinamika geopolitik serta harga minyak.
Jakarta – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka menguat ke level 7.643,19 dari posisi 7.621,38 atau naik 0,29 persen pada pembukaan perdagangan pagi ini pukul 9.00 WIB (17/4).
Berdasarkan statistik RTI Business pada perdagangan pasar saham hari ini, sebanyak 744,27 juta saham diperdagangkan, dengan frekuensi perpindahan tangan sebanyak 70 ribu kali, serta total nilai transaksi mencapai Rp306,47 miliar.
Kemudian, tercatat terdapat 97 saham terkoreksi, 294 saham menguat dan 249 saham tetap tidak berubah.
Baca juga: IHSG Berpeluang Menguji Level 7.786-7.843, Cek 4 Saham Rekomendasi Analis
Sebelumnya, Financial Expert Ajaib Sekuritas, Ratih Mustikoningsih, melihat IHSG secara teknikal pada hari ini diprediksi akan bergerak variatif di rentang level 7.500-7.700.
“Pada perdagangan kemarin (16/4), IHSG ditutup melemah 0,03 persen atau turun 2,20 poin ke level 7.621. IHSG hari ini (17/4) diprediksi bervariasi dalam kisaran 7.500-7.700,” ucap Ratih dalam risetnya di Jakarta, 17 April 2026.
Ia melihat pergerakan IHSG hari ini bakal dipengaruhi oleh sentimen dari dalam negeri, IHSG mengalami koreksi setelah rebound lima hari beruntun, dengan investor asing outflow di seluruh pasar ekuitas Rp1,16 triliun (15/4) senada dengan depresiasi rupiah.
Sentimen lain datang dari JISDOR yang tembus Rp17.141 per USD dan menjadi posisi terlemah sepanjang masa, meskipun indeks DXY mengalami penurunan setelah de-eskalasi konflik Timur Tengah.
Adapun sentimen global, Bursa Wall Street menguat terbatas pada musim rilis laporan keuangan, di mana pasar merespons outlook negatif ke depan.
Baca juga: UNTR Buka-bukaan Soal Peluang Buyback Saham
Proyeksi Bursa Wall Street terhadap kinerja berada di bawah ekspektasi pasar, kabar keluarnya co-founder (Reed Hastings), serta tidak berlanjutnya peluang akuisisi Warner Bros juga menjadi sentimen negatif.
Adapun, Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump telah mengumumkan gencatan senjata (ceasefire) selama 10 hari antara Israel dan Lebanon, yang dimediasi oleh AS (16/4). Meskipun berita tersebut diumumkan, harga minyak mentah Brent masih di level USD98,6 per barel (17/4). (*)
Editor: Galih Pratama







