Poin Penting
- Adaro Andalan Indonesia berencana buyback saham hingga Rp5 triliun, dilakukan bertahap melalui BEI dalam jangka waktu maksimal 12 bulan setelah persetujuan RUPST
- RUPST dijadwalkan 22 Mei 2026; jika disetujui, buyback dapat mulai dilakukan sejak 23 Mei 2026.
- Buyback ditujukan untuk meningkatkan likuiditas, menjaga harga saham sesuai fundamental, serta meningkatkan kepercayaan investor, dengan dana dari kas internal.
Jakarta – PT Adaro Andalan Indonesia Tbk (AADI) mengumumkan bahwa akan melakukan pembelian kembali atau buyback saham senilai Rp5 triliun.
Buyback saham AADI akan dilakukan melalui Bursa Efek Indonesia (BEI) dan secara bertahap dalam jangka waktu paling lama 12 bulan terhitung setelah tanggal diperolehnya persetujuan Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) Perseroan.
RUPST akan dilaksanakan pada 22 Mei 2026 dan apabila agenda buyback saham AADI telah disetujui pada RUPST, maka perseroan dapat melakukan buyback saham terhitung sejak 23 Mei 2026.
Baca juga: OJK Tetapkan Saham Adaro Andalan Indonesia sebagai Efek Syariah
Dalam keterbukaan informasi BEI, pertimbangan AADI dalam melakukan buyback saham, salah satunya karena perseroan memiliki kesempatan dan fleksibilitas untuk melaksanakan buyback saham dalam jangka waktu paling lama 12 bulan terhitung setelah tanggal diperolehnya persetujuan RUPS.
“Rencana pembelian kembali saham Perseroan diharapkan dapat meningkatkan likuiditas perdagangan saham Perseroan sehingga harga saham Perseroan diharapkan dapat mencerminkan nilai fundamental perseroan,” ucap manajemen AADI dikutip, 17 April 2026.
Baca juga: UNTR Buka-bukaan Soal Peluang Buyback Saham
Selain itu, AADI berharap dengan dilaksanakannya buyback saham akan memberikan tingkat pengembalian yang baik bagi para pemegang saham serta meningkatkan kepercayaan investor. Dengan begitu, harga saham AADI dapat mencerminkan kondisi fundamental perseroan yang sebenarnya.
Adapun, sumber dana yang akan digunakan untuk buyback saham perseroan sepenuhnya berasal dari kas internal. Penggunaan dana untuk buyback saham tersebut tidak akan memengaruhi kemampuan keuangan AADI secara signifikan. (*)
Editor: Galih Pratama







