Poin Penting
- Volume transaksi QRIS Cross Border BCA melonjak 185 persen yoy, dengan nilai mencapai Rp632 miliar (+148 persen yoy) per Desember 2025
- BCA mendukung ekspansi QRIS Cross Border ke Korea Selatan sebagai bagian penguatan konektivitas pembayaran internasional
- QRIS lintas negara kini hadir di 5 negara, dengan total lebih dari 7,6 juta transaksi hingga awal 2026.
Jakarta – PT Bank Central Asia Tbk (BCA) mencatat volume transaksi Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) Cross Border meningkat 185 persen secara tahunan (year on year/yoy) per akhir Desember 2025. Di periode yang sama, nilai transaksi yang tercatat mencapai Rp632 miliar, atau meningkat 148 persen yoy.
Sejalan dengan hal tersebut, BCA menyambut positif implementasi QRIS Cross Border di Korea Selatan sebagai bagian dari penguatan konektivitas sistem pembayaran yang diinisiasi oleh Bank Indonesia (BI). Dukungan ini menjadi komitmen BCA untuk memenuhi kebutuhan nasabah saat bertransaksi di luar negeri.
“BCA siap mendukung implementasi layanan QRIS Cross Border di Korea Selatan. Kami mengapresiasi inisiatif BI dalam mengembangkan QRIS Cross Border sebagai solusi pembayaran yang mudah, cepat, dan efisien bagi masyarakat Indonesia di luar negeri,” kata Hendra Lembong, Presiden Direktur BCA, dalam keterangannya, Jumat,17 April 2026.
Baca juga: Kinerja 2025 Ciamik, Saham BBCA Diproyeksi Kembali Menguat
Sebagaimana diketahui, implementasi QRIS Cross Border di Korea Selatan secara resmi diluncurkan pada 1 April 2026. Peluncuran ini menjadi tonggak penting dalam memperluas ekosistem pembayaran digital Indonesia di tingkat internasional.
Inisiatif tersebut merupakan hasil kerja sama antara BI dan Bank of Korea untuk menghadirkan sistem pembayaran lintas negara yang lebih efisien dan inklusif.
Secara keseluruhan, QRIS Cross Border kini telah digunakan di lima negara, yaitu Thailand, Malaysia, Singapura, Jepang, dan Korea Selatan. BI mengungkapkan hingga awal 2026, total transaksi QRIS lintas negara mencapai lebih dari 7,6 juta transaksi.
Baca juga: BCA Lakukan Buyback Saham Rp5 Triliun, Ini Tujuannya
Jika dirinci, transaksi tersebut terdiri dari 5,9 juta transaksi inbound dan 1,7 juta transaksi outbound oleh masyarakat Indonesia di luar negeri.
“Sejauh ini, QRIS Cross Border telah mendukung kebutuhan nasabah yang beraktivitas di luar negeri, mulai dari transaksi ritel harian, konsumsi, hingga pembayaran di sektor pariwisata dan gaya hidup. BCA senantiasa berkomitmen mengembangkan dan memperluas layanan digital guna memenuhi kebutuhan nasabah yang terus berkembang,” tambah Hendra. (*)
Editor: Galih Pratama







