Poin Penting
- IHSG ditutup menguat 1,10 persen ke level 6.108,20 pada perdagangan 16 Juli 2026, didorong masuknya dana asing ke pasar saham domestik
- Phintraco Sekuritas mencatat investor asing melakukan net foreign buy Rp1,01 triliun, terutama pada saham perbankan besar BMRI dan BBCA serta saham komoditas TINS
- 11 sektor di BEI ditutup menguat, dengan sektor teknologi memimpin kenaikan sebesar 1,94 persen, diikuti bahan baku dan properti.
Jakarta – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup menguat signifikan pada perdagangan Kamis, 16 Juli 2026. IHSG melesat 1,10 persen ke level 6.108,20 dari posisi penutupan sebelumnya di 6.041,97.
Phintraco Sekuritas menilai penguatan IHSG didorong oleh kembalinya aliran dana asing ke pasar saham domestik. Pada sesi I perdagangan hari ini, investor asing tercatat membukukan net foreign buy sebesar Rp1,01 triliun.
“Terutama terkonsentrasi pada saham-saham big banks seperti BMRI dan BBCA, serta saham komoditas TINS, sehingga menjadi salah satu kontributor utama penguatan IHSG,” tulis analis Phintraco dalam risetnya di Jakarta, 16 Juli 2026.
Baca juga: S&P Pertahankan Peringkat Utang RI Outlook Stabil, Bagaimana Dampaknya ke Pasar Saham?
Perdagangan Didominasi Saham Menguat
Berdasarkan data RTI Business, sebanyak 238 saham menguat, 372 saham melemah, dan 185 saham stagnan.
Volume perdagangan mencapai 30,50 miliar saham dengan frekuensi transaksi 2,31 juta kali dan nilai transaksi sebesar Rp13,34 triliun.
Seluruh indeks domestik juga ditutup di zona hijau. Indeks LQ45 naik 1,45 persen menjadi 608,58, IDX30 menguat 1,37 persen ke 343,45, Sri-Kehati melonjak 1,92 persen ke 300,35, dan Jakarta Islamic Index (JII) naik 0,77 persen menjadi 364,88.
Seluruh Sektor Menghijau
Seluruh sektor di Bursa Efek Indonesia mencatat penguatan. Sektor teknologi memimpin kenaikan dengan penguatan 1,94 persen, disusul sektor bahan baku 1,57 persen, sektor properti 1,31 persen, dan sektor infrastruktur 1,19 persen.
Sementara itu, sektor keuangan naik 0,92 persen, sektor energi 0,74 persen, sektor kesehatan 0,53 persen, sektor konsumer siklikal 0,51 persen, sektor transportasi 0,37 persen, sektor industrial 0,29 persen, dan sektor konsumer non-siklikal 0,17 persen.
Baca juga: Saham Masuk Kategori HSC Bertambah, Apa Dampaknya bagi Investor?
SSIA Pimpin Top Gainers
Deretan saham yang mencatat kenaikan tertinggi (top gainers) antara lain PT Surya Semesta Internusa Tbk, PT Indika Energy Tbk, dan PT Multipolar Tbk.
Sebaliknya, saham yang mengalami penurunan terdalam (top losers) adalah PT Nitrasanata Dharma Tbk, PT Rukun Raharja Tbk, dan PT Mitra Adiperkasa Tbk.
Adapun tiga saham yang paling aktif diperdagangkan sepanjang sesi perdagangan yakni PT Bumi Resources Tbk, PT Darma Henwa Tbk, dan PT Bumi Resources Minerals Tbk. (*)
Editor: Galih Pratama


