Poin Penting
- Asing mencatat net sell Rp2,8 triliun pada 11-13 Mei 2026, sehingga outflow ytd menembus Rp51,8 triliun
- IHSG anjlok 3,53 persen pekan lalu dan kembali melemah 3,76 persen ke level 6.470 pada sesi I perdagangan hari ini
- Saham DSSA, TPIA, AMMN, dan MDKA kompak melemah, di tengah tekanan geopolitik AS-Iran yang menekan bursa Asia.
Jakarta – Tekanan jual investor asing masih membayangi pasar saham Indonesia. Pada perdagangan 11-13 Mei 2026, investor asing tercatat melakukan net foreign sell Rp2,8 triliun. Dengan demikian, sejak awal tahun atau year to date (ytd), akumulasi outflow asing telah mencapai Rp51,8 triliun.
Derasnya arus keluar dana asing tersebut terutama terjadi pada sejumlah saham berkapitalisasi pasar besar. Lima emiten dengan nilai jual bersih asing terbesar, yakni:
- PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI): Rp656 miliar
- PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI): Rp391 miliar
- PT Aneka Tambang Tbk (ANTM): Rp305 miliar
- PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA): Rp299 miliar
- PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk (CUAN): Rp260 miliar.
Baca juga: MNC Bank (BABP) Siapkan Private Placement 4,45 Miliar Saham, Fokus Perkuat Kredit
Kondisi itu sejalan dengan pelemahan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang sepanjang pekan lalu terkoreksi 3,53 persen ke level 6.723,32, dari posisi 6.936,39 pada pekan sebelumnya.
Tekanan terhadap IHSG pun masih berlanjut pada perdagangan hari ini, Senin (18/5). Pada pembukaan perdagangan pagi, IHSG sempat ambles ke level 6.600 dan hingga penutupan sesi I kembali terkoreksi 3,76 persen ke posisi 6.470.
Sementara berdasarkan data Mirae Asset Sekuritas, pelemahan juga terjadi pada sejumlah saham, seperti DSSA yang turun 15,0 persen, TPIA merosot 14,9 persen, AMMN melemah 14,9 persen, dan MDKA turun 12,1 persen.
Baca juga: OJK: Banyak Saham RI Tertunda Masuk Indeks MSCI Imbas Kebijakan Freeze
Selanjutnya, sektor bahan baku dan transportasi memimpin pelemahan dari seluruh indeks sektoral yang bergerak merah pada siang ini.
Tidak hanya itu, bursa-bursa utama Asia juga ikut melemah. Ini menyusul ancaman terbaru Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump kepada Iran, di tengah alotnya negosiasi damai di antara kedua negara tersebut. (*)
Editor: Galih Pratama


