Poin Penting
- UUS Maybank Indonesia memastikan proses spin-off berjalan sesuai regulasi sebagai bagian strategi memperkuat bisnis syariah
- Perseroan menyiapkan berbagai strategi pasca spin-off agar tetap kompetitif, dengan fokus pada produk, layanan, kemudahan akses, dan harga yang mampu bersaing di seluruh industri perbankan.
- Kinerja kuartal I 2026 menunjukkan pembiayaan dan DPK menurun, namun efisiensi operasional dan peningkatan pendapatan mendorong laba bersih melonjak 104,01 persen menjadi Rp846,66 miliar.
Jakarta – Unit usaha syariah (UUS) PT Bank Maybank Indonesia Tbk memastikan proses pemisahan usaha (spin-off) masih berjalan sesuai rencana dan koridor regulasi. Langkah ini menjadi bagian dari strategi perseroan dalam memperkuat bisnis syariah ke depan.
Direktur UUS Maybank Indonesia, Romy H. Buchari, menegaskan bahwa persiapan spin-off dilakukan dengan mengacu pada ketentuan yang berlaku. Perseroan, kata dia, berkomitmen memenuhi seluruh persyaratan sebagaimana diatur dalam regulasi.
“Untuk target spin-off, kami akan mempersiapkan sesuai requirement undang-undang dan regulasi yang ada,” ujarnya di sela Media Launching Amanah Pro, Jakarta, Rabu, 6 Mei 2026.
Baca juga: Strategi Maybank Indonesia Percepat Transisi Hijau di Sektor Perbankan
Dari sisi fundamental, aset UUS Maybank Indonesia terus mendekati ambang batas spin-off. Hingga Desember 2025, aset tercatat sebesar Rp44,13 triliun.
Mengacu pada POJK No.12/POJK.03/2023 tentang Unit Usaha Syariah, kewajiban spin-off berlaku ketika aset telah mencapai Rp50 triliun atau 50 persen dari total aset induk.
Romy menambahkan, pasca spin-off, entitas bank syariah yang berdiri sendiri akan menghadapi tantangan baru, terutama dari sisi skala usaha yang relatif lebih kecil dibandingkan saat masih berada di bawah induk. Karena itu, perseroan tengah mempersiapkan strategi agar tetap kompetitif di industri.
Menurutnya, daya saing akan ditentukan oleh kualitas produk, fitur layanan, kemudahan akses, hingga harga yang kompetitif. Tak hanya bersaing dengan bank syariah, Maybank Syariah juga membidik kompetisi yang lebih luas di industri perbankan nasional.
“Produk, fitur, kemudahan, dan pricing harus sangat kompetitif, tidak hanya dengan bank syariah, tetapi juga dengan seluruh bank,” jelasnya.
Baca juga: Bidik Pasar Haji dan Umrah, Maybank Indonesia Hadirkan Amanah Pro
Kinerja UUS Maybank Indonesia
Mengacu ke laporan keuangan perseroan, kinerja pembiayaan Maybank Syariah mengalami penurunan 3,89 persen year on year (yoy) menjadi Rp30,51 triliun. Dana pihak ketiga (DPK) juga terkontraksi 9,79 persen yoy menjadi Rp33,19 triliun.
Meski begitu, UUS Maybank Syariah berhasil menekan biaya operasional hingga 25,79 persen dan pendapatan setelah distribusi bagi hasil tumbuh 16,48 persen jadi Rp1,50 triliun.
Alhasil, UUS Maybank Indonesia tetap mampu menghasilkan pertumbuhan laba bersih 104,01 persen (yoy) dari Rp415,00 miliar di Maret 2025 ke Rp846,66 miliar pada Maret 2026. Adapun total aset juga tumbuh 2,71 persen secara year on year (yoy) menjadi Rp44,13 triliun. (*) Mohammad Adrianto Sukarso


