Poin Penting
- PT Archi Indonesia Tbk (ARCI) menargetkan produksi emas naik 15 persen pada 2026 usai peningkatan kapasitas pabrik
- Produksi emas ARCI 2025 mencapai 122 ribu ons, tumbuh 31 persen dibanding tahun sebelumnya
- Laba bersih ARCI melonjak menjadi USD103 juta pada 2025 dan membagikan dividen USD60 juta.
Jakarta – PT Archi Indonesia Tbk (ARCI) menargetkan pertumbuhan produksi emas sebesar 15 persen pada 2026 seiring rencana peningkatan kapasitas pabrik pengolahan dari 4 juta ton menjadi 6 juta ton per tahun. ARCI juga akan memulai tahap konstruksi usai proses peningkatan kapasitas tersebut rampung.
Direktur Utama ARCI, Rudy Suhendra mengatakan, target peningkatan produksi emas tersebut menjadi bagian dari strategi Perseroan untuk memperkuat kinerja operasional dan mengoptimalkan nilai aset perusahaan.
“Rencana kami untuk peningkatan produksi emas naik sekitar 15 persen dibandingkan 2025,” ujar Rudy dalam konferensi pers di Jakarta, Kamis, 7 Mei 2026.
Baca juga: Archi Indonesia (ARCI) Bagikan Dividen USD60 Juta dari Laba Bersih 2025
Sepanjang 2025, ARCI mencatatkan produksi emas sebesar 122 ribu ons atau tumbuh 31 persen dibandingkan tahun sebelumnya, dengan rata-rata kadar emas (grade) mencapai 1,18 gram per ton (g/t).
Kinerja tersebut didorong oleh kembali beroperasinya Pit Araren serta kontribusi produksi dari Pit Marawuwung sejak awal 2025.
Selain meningkatkan produksi, ARCI juga melanjutkan pengembangan tambang bawah tanah di area konsesi lainnya dan memperluas kegiatan eksplorasi guna meningkatkan potensi sumber daya serta cadangan emas.
Dari sisi diversifikasi usaha, anak usaha perseroan, PT Toka Tindung Geothermal, telah mengantongi izin panas bumi pada Juni 2025.
Proyek panas bumi tersebut masuk dalam kategori Proyek Strategis Nasional (PSN) dan menjadi bagian dari pengembangan portofolio energi berkelanjutan perseroan.
Kinerja ARCI 2025
Sepanjang 2025, laba bersih ARCI tercatat sebesar USD103 juta atau meningkat signifikan dibandingkan tahun 2024 yang senilai USD10 juta pada 2024. Capaian ini seiring dengan pertumbuhan pendapatan tahun 2025 yang menjadi USD496 juta, serta EBITDA menjadi USD231 juta.
Baca juga: Tren Cicil Emas BSI Melesat 123 Persen, Didominasi Gen Z dan Milenial
Selain itu, ARCI juga mengumumkan pembagian dividen tunai sebesar USD60 juta atau setara dengan Rp1,02 triliun setara dengan 58,5 persen dari laba tahun berjalan.
Dividen tersebut terdiri dari dividen interim sebesar USD30 juta atau setara dengan Rp499,8 miliar yang telah dibagikan pada 16 Desember 2025.
Sedangkan dividen final sebesar USD30 juta setara Rp522,2 miliar yang akan didistribusikan secara proporsional kepada Pemegang Saham pada bulan Juni 2026. (*)
Editor: Galih Pratama


