Poin Penting
- BSI mencatat pertumbuhan cicil emas sebesar 123,18 persen secara tahunan, dengan mayoritas nasabah berasal dari gen Z dan milenial.
- Produk cicil emas dinilai memudahkan akses investasi karena tenor fleksibel dan harga transparan melalui aplikasi digital.
- Selain investasi, layanan emas BSI juga mendukung kebutuhan dana cepat dan persiapan biaya haji.
Jakarta – PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI) mencatat produk cicil emas naik signifikan hingga 123,18 persen secara tahunan (year-on-year/yoy. Dalam kurun waktu satu tahun terakhir saja, sekitar 61,5 persen nasabah cicil emas BSI berasal dari gen Z dan milenial.
Direktur Sales and Distribution BSI, Anton Sukarna, mengatakan, tren ini tidak lepas dari upaya perusahaan menghadirkan akses investasi yang lebih inklusif.
Pihaknya pun menghadirkan program cicil emas logam mulia mulai dari 5 gram dengan tenor fleksibel satu hingga lima tahun, sehingga lebih terjangkau bagi investor pemula.
“Emas merupakan instrumen investasi yang stabil dan relatif aman dalam jangka panjang. Melalui program ini, kami ingin membuka akses seluas-luasnya bagi anak muda agar bisa mulai membangun portofolio investasi sejak dini,” ujar Anton, dalam keterangannya, dikutip Sabtu, 2 Mei 2026.
Baca juga: BSI Bidik 300 Ribu Nasabah Ultramikro usai Gandeng PNM
Ia menambahkan, selain memberikan kemudahan dalam kepemilikan emas, layanan cicil emas BSI juga memberikan kenyamanan bagi nasabahnya lantaran bisa dilakukan secara realt-ime dengan harga emas berlaku melalui aplikasi BYOND by BSI.
BSI juga melihat momentum ini selaras dengan kebutuhan masyarakat menjelang musim haji. Produk cicil emas dinilai dapat membantu calon jemaah mempersiapkan biaya pelunasan sejak dini.
Baca juga: BSI Gandeng BASE, Dorong Pembiayaan Proyek Efisiensi Energi Indonesia
Selain itu, layanan gadai emas BSI menjadi alternatif pembiayaan cepat dengan biaya kompetitif saat dana mendesak dibutuhkan.
“Kami berharap dapat menjadi mitra strategis bagi generasi muda dalam mencapai kemandirian finansial, sekaligus mendorong pertumbuhan inklusi keuangan syariah di Indonesia,” tandasnya. (*)
Editor: Yulian Saputra




