Selain itu, kata dia, pasar keuangan global yang mulai jenuh karena Trump Effect membuat dollar index dan imbal hasil US Treasury yang terlihat mulai menurun. Hal ini tentu berdampak pada kurs mata uang di Asia termasuk pergerakan rupiah.
Kendati demikian, lanjut dia, pelaku pasar harus tetap mewaspadai faktor-faktor yang mendorong sentimen negatif pada laju rupiah. Salah satunya, faktor domestik yakni adanya rencana aksi demonstrasi besar-besaran pada 25 November.
“Tetapi volatilitas berpeluang kembali mendekati aksi demonstrasi 25 November 2016 mendatang,” ucapnya. (Selanjutnya : sisi eksternal)
Poin Penting Kekerasan debt collector dan maraknya jual beli kendaraan STNK only menggerus kepercayaan publik,… Read More
Poin Penting OJK menegaskan peran penagihan penting menjaga stabilitas industri pembiayaan, namun wajib diatur rinci,… Read More
Poin Penting Menkeu Purbaya sidak dua perusahaan baja di Tangerang yang diduga menghindari pembayaran PPN… Read More
Poin Penting Pembiayaan berkelanjutan Bank Mandiri mencapai Rp316 triliun pada 2025, tumbuh 8% yoy, terdiri… Read More
Poin Penting Aset industri pembiayaan 2025 terkontraksi 0,01 persen, dengan pertumbuhan piutang hanya 0,61 persen,… Read More
Poin Penting Kredit konsumen Bank Danamon tumbuh double digit di 2025, mencapai sekitar 12–15 persen,… Read More