Market Update

Analis: Ruang Penguatan Rupiah Tetap Tersedia

Selain itu, kata dia, pasar keuangan global yang mulai jenuh karena Trump Effect membuat dollar index dan imbal hasil US Treasury yang terlihat mulai menurun. Hal ini tentu berdampak pada kurs mata uang di Asia termasuk pergerakan rupiah.

Kendati demikian, lanjut dia, pelaku pasar harus tetap mewaspadai faktor-faktor yang mendorong sentimen negatif pada laju rupiah. Salah satunya, faktor domestik yakni adanya rencana aksi demonstrasi besar-besaran pada 25 November.

“Tetapi volatilitas berpeluang kembali mendekati aksi demonstrasi 25 November 2016 mendatang,” ucapnya. (Selanjutnya : sisi eksternal)

Page: 1 2 3

Rezkiana Nisaputra

Recent Posts

Melangkah Menuju KBMI 2, Bank BPD Bali Catatkan Kinerja Positif di Triwulan I 2026

Poin Penting Bank BPD Bali mencatat modal inti Rp5,7 triliun dan menargetkan naik kelas ke… Read More

13 hours ago

Tak Sepakat Putusan KPPU, Pindar Adapundi Ajukan Banding

Poin Penting Adapundi menolak putusan KPPU karena dinilai tidak mencerminkan kondisi dan regulasi industri fintech… Read More

15 hours ago

ALTO luncurkan ASKARA Connect dan ASKARA Collab

PT ALTO Network meluncurkan dua layanan digital terbaru, yaitu Askara Connect dan Askara Collab, untuk… Read More

16 hours ago

Ma’ruf Amin: Hijrah Finansial jadi Kunci Akselerasi Ekonomi Syariah Nasional

Poin Penting Hijrah finansial sebagai transformasi menyeluruh, bukan sekadar pindah produk keuangan, tetapi perubahan cara… Read More

16 hours ago

Kinerja 2025 Ciamik, Saham BBCA Diproyeksi Kembali Menguat

Poin Penting Saham BBCA turun sekitar 19 perse ytd, sejalan pelemahan IHSG, namun dinilai sebagai… Read More

16 hours ago

Whoosh Delay akibat Penumpang Tahan Pintu Kereta, KCIC Angkat Bicara

Poin Penting KCIC mengecam penumpang yang menahan pintu Whoosh di Padalarang karena melanggar aturan dan… Read More

16 hours ago