Poin Penting
- Laba bersih Allo Bank Rp104 miliar di kuartal I 2026, didorong pendapatan operasional naik 23 persen yoy
- Pendapatan bunga dan fee Allo Bank di Maret 2026 tumbuh, NIM meningkat ke 10,4 persen
- Realisasi kredit naik 32 persen, DPK tumbuh 37 persen, dan CAR kuat di level 72,5 persen.
Jakarta – PT Allo Bank Indonesia Tbk (Allo Bank) mencetak laba bersih Rp104 miliar di kuartal I 2026. Perolehan tersebut disokong moncernya pertumbuhan kredit, pendapatan bunga dan dana pihak ketiga (DPK).
Berdasarkan laporan keuangan manajemen, pendapatan operasional Allo Bank tumbuh 23 persen secara tahunan (year-on-year/yoy) menjadi Rp474 miliar. Kenaikan didorong oleh pertumbuhan pendapatan bunga bersih dan pendapatan berbasis biaya.
Sementara, pendapatan bunga bersih tumbuh 21 persen yoy menjadi Rp378 miliar dan pendapatan berbasis biaya tumbuh 28 persen yoy menjadi Rp96 miliar, didukung oleh penyaluran pinjaman di tengah kondisi makroekonomi yang menantang.
Sejalan dengan itu, margin bunga bersih (NIM) meningkat 10,4 persen dibandingkan dengan 9,8 persen pada periode yang sama tahun lalu. Hal ini mencerminkan manajemen aset dan liabilitas yang efektif terutama di segmen retail banking.
Baca juga: Allo Bank Kantongi Laba Rp574 Miliar di 2025, Tumbuh 23 Persen
Dari sisi intermediasi, Allo Bank tercatat menyalurkan kredit Rp9,14 triliun pada akhir kuartal pertama tahun 2026, naik 32 persen yoy pada periode sama tahun sebelumnya. Realisasi kredit ini didorong oleh pertumbuhan di segmen retail banking dan wholesale banking.
Kualitas kredit juga terjaga. Ini tercermin dalam non performing loan (NPL) gross dan net masing-masing sebesar 1,6 persen dan 0,7 persen.
Sementara itu, basis pendanaan semakin beragam dan terus tumbuh. Dana Pihak Ketiga (DPK) mengalami peningkatan 37 persen yoy menjadi Rp6,76 triliun.
Baca juga: Buyback Saham, Allo Bank Siapkan Dana Rp60,65 Miliar
Dari rasio keuangan lainnya, Allo Bank rasio permodalan yang kuat terhadap Aset Tertimbang Menurut Risiko (ATMR) dan mengakhiri periode dengan Rasio Kecukupan Modal (CAR) sebesar 72,5 persen, jauh di atas ketentuan minimum regulator.
Ekuitas bank meningkat 2 persen yoy menjadi Rp 7,533 triliun, tumbuh positif secara organik dari laba ditahan dan pendapatan tahun berjalan.
Plt. Direktur Utama Allo Bank, Ari Yanuanto Asah menyatakan, selama 2026, pihaknya akan mendorong pertumbuhan bisnis dengan meningkatkan pengalaman pengguna melalui inovasi teknologi sehingga nasabah akan mampu melakukan personalisasi untuk mendapatkan nilai tambah sesuai dengan kebutuhan nasabah (customer first).
“Kami akan mengutamakan aktivitas bisnis berbasis digital (digital first) dan integrasi layanan finansial dengan ekosistem mitra (ecosystem first) dalam rangka menjalankan bisnis Bank.” bebernya, Jumat, 1 Mei 2026.
Di samping itu, kata Ari, Allo Bank juga akan terus memperluas kemitraan strategis dengan mitra ekosistem untuk meningkatkan jangkauan pasar.
“Ke depan, kami telah menetapkan untuk mengembangkan bisnisnya secara kompetitif dan berkelanjutan melalui personalisasi produk dan layanan perbankan,” pungkasnya. (*)
Editor: Galih Pratama




