Poin Penting
- Presiden Prabowo Subianto menyoroti masih maraknya praktik penyalahgunaan kekuasaan oleh elite yang mencuri uang rakyat dalam pidato May Day 2026 di Monas
- Prabowo menegaskan keprihatinannya terhadap kondisi rakyat, termasuk kemiskinan dan ketidakmampuan memenuhi kebutuhan dasar, serta mengecam pejabat yang berkolusi dengan pengusaha serakah
- Meski mengkritik oknum, Prabowo menegaskan tidak semua pengusaha buruk dan tetap diperlukan untuk mendorong pertumbuhan ekonomi nasional.
Jakarta – Presiden Prabowo Subianto menyoroti masih maraknya praktik penyalahgunaan kekuasaan oleh sejumlah elite di Tanah Air. Pernyataan tersebut disampaikan Prabowo dalam pidatonya pada peringatan Hari Buruh Internasional di kawasan Monumen Nasional, Jakarta, Jumat (1/5/2026).
“Saya telah mempertaruhkan nyawa saya berkali-kali untuk bangsa ini, tapi saya melihat banyak elite-elite yang curi uang rakyat, bukan ini yang saya perjuangkan, bukan negara yang dirampok oleh maling-maling, saya tidak rela,” ujar Prabowo.
Baca juga: Prabowo Janjikan Kredit Rumah Buruh hingga 40 Tahun saat Pidato May Day 2026
“Saya tidak rela ada anak-anak Indonesia yang lapar, saya tidak rela ada ibu-ibu yang tidak bisa memberi susu untuk anak-anaknya,” tambahnya.
Dalam pindato May Day 2026, Prabowo juga menyinggung soal pejabat yang diberikan kepercayaan oleh rakyat, namun bekerja sama dengan oknum pengusaha yang menyengsarakan rakyat.
“Saya tidak rela pejabat-pejabat pemerintah yang diberi kepercayaan oleh rakyat justru bekerja sama dengan pengusaha-pengusaha brengsek, dengan pengusaha-pengusaha serakah,” katanya.
Baca juga: Ultimatum Prabowo untuk Pejabat dan Intelektual Tak Patriotik, Siapa Antek Asing?
Meski demikian, Prabowo mengungkapkan tak semua pengusaha serakah. Banyak di antara pengusaha yang mampu memberikan kontribusinya terhadap perekonomian Indonesia.
“Banyak yang bekerja dengan baik. Kita butuh mereka supaya ekonomi hidup, jangan kita benci sama orang kaya,” tutupnya. (*)




