Poin Penting:
- Airlangga menyebut industri pusat data Batam tumbuh 22 persen, melampaui rata-rata nasional 19 persen.
- Batam semakin menarik investasi global melalui Nongsa Digital Park dan pengembangan pusat data berskala besar.
- Pemerintah memperkuat infrastruktur digital dan pasokan energi untuk menopang ekspansi industri pusat data.
Jakarta – Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyebut industri pusat data di Batam tumbuh 22 persen secara tahunan. Angka itu melampaui rata-rata pertumbuhan nasional yang mencapai 19 persen.
Pertumbuhan tersebut dinilai memperkuat posisi Batam sebagai pusat ekonomi digital baru Indonesia. Arus investasi global terus mengalir ke kawasan tersebut.
Menurut Airlangga, perkembangan itu menjadi modal penting mengejar target pertumbuhan ekonomi 8 persen. Industri pusat data dinilai menjadi salah satu penggerak ekonomi digital nasional.
Baca juga: Airlangga Ungkap Pusat Finansial International Indonesia Bakal Dibangun di Bali
Airlangga: Batam Makin Kokoh sebagai Gerbang Digital
Airlangga menyampaikan capaian itu usai menghadiri peresmian Nongsa Changi Cable (NCC) di Batam. Kabel bawah laut tersebut menghubungkan Batam dengan Singapura.
“Ekspansi industri data center di Batam tumbuh 22 persen setiap tahun, lebih tinggi dibandingkan rata-rata nasional yang sekitar 19 persen. Ini sektor yang tepat untuk mendorong pertumbuhan ekonomi Indonesia menuju target delapan persen,” kata Airlangga, dikutip Antara, Senin (20/7/2026).
Ia menilai Batam berkembang pesat sebagai gerbang digital Indonesia. Kawasan Nongsa Digital Park terus menarik investasi pusat data berskala internasional.
Airlangga mencontohkan BW Digital yang memiliki kapasitas hingga 120 megawatt. Perusahaan asal Singapura, DayOne, juga membangun pusat data hyperscale berkapasitas 450 megawatt.
Selain itu, Oracle memilih Batam sebagai lokasi pengembangan Cloud Region. Seluruh investasi tersebut memperkuat posisi Batam dalam ekosistem digital regional.
“Batam sangat cepat muncul sebagai gerbang baru Indonesia. Investasi yang masuk menunjukkan kawasan ini semakin penting dalam ekosistem digital regional,” ujarnya.
Transformasi Digital Butuh Infrastruktur dan Energi
Airlangga mengatakan pertumbuhan industri digital sejalan dengan prioritas transformasi digital pemerintah Presiden Prabowo Subianto. Fokusnya mencakup pembangunan infrastruktur digital dan fisik.
Menurutnya, era kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) membutuhkan konektivitas digital yang cepat. Kapasitas pusat data juga harus terus diperbesar.
“Di era AI, manusia dan mesin maupun antarmesin membutuhkan koneksi digital yang cepat. Karena itu transformasi digital harus didukung infrastruktur yang memadai,” katanya.
Indonesia memiliki potensi besar untuk mengembangkan ekonomi digital. Jumlah pengguna internet mencapai 235,26 juta orang.
Pelanggan broadband tercatat sekitar 99,5 juta. Indonesia juga menjadi pasar AI terbesar keempat di Asia setelah China, India, dan Jepang.
Energi Andal Dukung Ekspansi Industri Digital
Airlangga menegaskan pengembangan pusat data membutuhkan pasokan listrik yang andal. Karena itu pemerintah memperkuat bauran energi nasional.
“Infrastruktur digital membutuhkan energi dan listrik andal. Indonesia mengembangkan energi dan bauran energi untuk memasok kebutuhan tersebut, seperti energi geotermal di Sumatra dan tenaga surya di Batam,” katanya.
Pemerintah juga menargetkan tambahan kapasitas pembangkit listrik hingga 100 gigawatt dalam beberapa tahun mendatang. Target itu menjadi bagian dari agenda kerja sama Indonesia dan Singapura.
Dengan dukungan infrastruktur dan energi, Airlangga optimistis Batam akan semakin menarik investasi digital. Pertumbuhan sektor ini diharapkan mempercepat penguatan ekonomi digital Indonesia. (*)
Editor: Galih Pratama


