Poin Penting
- Menko Perekonomian Airlangga Hartarto mendorong total pembiayaan UMKM meningkat dari sekitar Rp1.500 triliun menjadi Rp2.000 triliun.
- Digitalisasi dan QRIS didorong untuk memperluas akses pembiayaan UMKM.
- Pemerintah mendorong UMKM meningkatkan produktivitas dan memperluas pasar.
Jakarta – Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mendorong total pembiayaan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) ditingkatkan menjadi Rp2.000 triliun dari posisi saat ini sekitar Rp1.500 triliun.
“UMKM (kredit) tadi laporannya Pak Maman (Menteri UMKM) Rp1.500 triliun. Nah sebetulnya idealnya itu kan 30 persen, tapi kalau 30 persen berarti Rp3.000 triliun itu loncat 100 persen, jadi bagaimana kita turunkan ke Pak Maman Rp2.000 triliun. Nah inilah PR (pekerjaan rumah) tambahan untuk Pak Maman,” ujar Airlangga dalam dalam UMKM Finance Summit 2026, Selasa, 11 Agustus 2026.
Baca juga: Airlangga: Ekonomi RI Tumbuh 5,29 Persen Jadi Salah Satu yang Top di ASEAN
Menurut Airlangga, peningkatan pembiayaan dapat membantu mengisi kesenjangan akses permodalan bagi UMKM yang memiliki potensi berkembang dan naik kelas.
Digitalisasi Perluas Akses Pembiayaan UMKM
Selain pembiayaan, Airlangga menegaskan pentingnya digitalisasi sebagai pengungkit pertumbuhan UMKM.
Dia mencatat pengguna QRIS telah mencapai 66 juta dengan 44 juta gerai merchant. Menurutnya, transaksi digital juga dapat membentuk rekam jejak usaha yang kemudian menjadi basis credit scoring.
Dengan demikian, pelaku UMKM yang sebelumnya unbankable berpeluang menjadi bankable dan memperoleh akses pembiayaan dari lembaga keuangan.
Airlangga juga mendorong pemanfaatan teknologi, termasuk kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI), untuk meningkatkan produktivitas UMKM dan membuka peluang peningkatan pendapatan.
Baca juga: Porsi Pembiayaan UMKM Masih Rendah, OJK Minta Pindar Lebih Agresif
Selain itu, pelaku UMKM didorong memanfaatkan Program Magang Nasional untuk memperkuat kapasitas dan pengembangan usaha.
UMKM Diminta Perkuat Kapasitas dan Pasar
Airlangga menekankan pentingnya UMKM meningkatkan kapasitas produksi sekaligus memperkuat kemampuan dalam mempertahankan dan memperluas pasar.
Menurutnya, pengalaman negara lain dapat menjadi pembelajaran bagi Indonesia dalam membangun ekosistem UMKM yang mampu tumbuh dan berkembang berdampingan dengan pelaku usaha berskala besar.
“Jadi kita ingin tumbuh, memang UMKM mau tidak mau harus belajar ke India. Karena India itu salah satu negara yang berhasil mendorong UMKM, tidak hanya mereka berproduksi, tetapi bagaimana mereka bisa menjaga pasar,” katanya. (*)
Editor: Yulian Saputra


