AI Masuk Fase Baru pada 2026, Fondasi Data Jadi Penentu Utama
Page 2

AI Masuk Fase Baru pada 2026, Fondasi Data Jadi Penentu Utama


Laporan Finextra Research yang ditugaskan oleh Cloudera mencatat, 97 persen perusahaan jasa keuangan telah memiliki setidaknya satu use case AI atau machine learning dalam produksi. Namun, hampir separuhnya masih menghadapi tantangan pada aspek skalabilitas, tata kelola, dan biaya.

“Tantangan berikutnya terletak pada kemampuan mengoperasikan agen AI secara masif dengan data real time dan terintegrasi di seluruh alur kerja bisnis,” ungkapnya.

Baca juga: Perkuat Keamanan Siber, Ini yang Dilakukan CYBR

Seiring meningkatnya tekanan regulasi dan isu kedaulatan data, Private AI menjadi prioritas, terutama bagi sektor yang diatur ketat seperti jasa keuangan, kesehatan, dan sektor publik. Arsitektur ini memungkinkan pemanfaatan AI tanpa mengekspos data sensitif ke lingkungan publik.

Disiplin Investasi AI

Selain teknologi, kesiapan sumber daya manusia menjadi faktor krusial. Kesenjangan baru muncul antara perusahaan yang mampu mengadopsi AI secara bertanggung jawab dan berkelanjutan dengan yang kesulitan meningkatkan skala.

“Pada 2026, pengembangan talenta diprediksi menjadi faktor penentu. Perusahaan yang abai berinvestasi pada literasi AI, peningkatan keterampilan teknis, dan kesadaran etis berisiko menghadapi inefisiensi operasional, output yang tidak konsisten, hingga pelanggaran regulasi," ujar Remus.

"Integrasi prinsip AI yang bertanggung jawab ke dalam pelatihan dan tata kelola dinilai akan membantu membangun tenaga kerja yang lebih adaptif dan percaya diri,” imbuhnya.

Tekanan ekonomi juga mendorong perusahaan lebih disiplin dalam menempatkan investasi AI. Fokus bergeser dari inovasi semata menuju AI yang berdampak langsung pada bisnis.

“Ke depan, perusahaan perlu memahami bahwa tidak semua kebutuhan memerlukan model paling kompleks atau infrastruktur paling mahal. Investasi AI harus disesuaikan dengan tujuan bisnis, bukan sekadar mengikuti tren,” tegasnya.

Baca juga: OJK Blokir 2.617 Investasi dan Pinjol Ilegal Sepanjang 2025, Kerugian Capai Rp9 Triliun

Cloudera menilai, pada 2026 AI akan menjadi pembeda antara perusahaan yang benar-benar membangun kapabilitas dengan mereka yang sekadar mengandalkan janji teknologi.

“Sebaliknya, organisasi yang mengabaikan fondasi data berisiko terus terjebak dalam fase uji coba tanpa hasil nyata bagi bisnis,” pungkasnya. (*) Ayu Utami

Related Posts

News Update

Netizen +62