Poin Penting
- Ade Jona Prasetyo maju sebagai calon Ketua Umum BPP HIPMI dengan visi akselerasi dan kolaborasi nasional untuk mendorong transformasi
- Ia menekankan peran HIPMI sebagai katalis pertumbuhan bisnis anggota melalui penguatan konektivitas antara potensi daerah, akses pasar, dan permodalan
- Berangkat dari latar belakang sederhana dan pengalaman panjang di dunia usaha serta organisasi HIPMI, Jona membawa rekam jejak mendorong UMKM naik kelas
Jakarta – Calon Ketua Umum BPP Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI), Ade Jona Prasetyo, membawa visi besar akselerasi dan kolaborasi nasional. Langkah ini menjadi bagian dari upayanya mendorong transformasi organisasi agar lebih adaptif dan berdampak nyata bagi pengusaha muda di Indonesia.
Jona menilai, HIPMI membutuhkan arah yang lebih terintegrasi guna memperkuat peran strategis pengusaha muda di tengah dinamika ekonomi yang terus berkembang. Menurutnya, tantangan ke depan menuntut organisasi tidak hanya menjadi wadah, tetapi juga katalis pertumbuhan bisnis anggotanya.
“Pengusaha HIPMI harus naik kelas. Kita butuh akselerasi dengan dampak nyata untuk masa depan pengusaha muda Indonesia,” ujar Jona dikutip 29 April 2026.
Baca juga: Maju jadi Bakal Caketum HIPMI, Ade Jona Prasetyo Usung Semangat Kolaborasi
Ia menekankan pentingnya peran HIPMI sebagai penghubung antara potensi ekonomi daerah dengan akses pasar serta permodalan di tingkat nasional. Dengan konektivitas yang kuat, peluang pengembangan usaha dinilai akan semakin terbuka luas.
Lebih lanjut, Jona menyebut kepemimpinan HIPMI ke depan harus mampu merangkul seluruh daerah dan memperkuat kolaborasi lintas sektor. Hal ini dinilai krusial untuk menciptakan pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan merata.
“HIPMI butuh pemimpin yang merangkul semua daerah, menyatukan semua lini, agar dampaknya benar-benar terasa bagi ekonomi yang inklusif,” tambahnya.
Sementara dalam perjalanannya, Jona menegaskan, hidupnya tidak dimulai dari kenyamanan, melainkan dari kerja keras sejak usia dini.
“Saya lahir di atas kayu yang lapuk, bukan di atas kasur yang empuk,” ujar Jona, menggambarkan latar belakangnya.
Sejak duduk di bangku sekolah, ia telah membantu usaha keluarga di bidang barang rongsok dan besi tua, sambil menjalani berbagai pekerjaan sampingan seperti berjualan kartu seluler hingga beternak bebek.
Pengalaman tersebut, menurutnya, bukan sekadar untuk bertahan hidup, tetapi membentuk mental kewirausahaan dan kemampuan membangun relasi secara bertahap.
Memasuki usia 20-an, Jona mulai merintis tiga perusahaan dari nol, melalui proses jatuh bangun yang ia sebut sebagai bagian penting dalam pendewasaan bisnis.
“Jatuh dan bangkit sudah menjadi bagian dari perjalanan saya dalam membesarkan usaha,” tegasnya.
Baca juga: Askrindo dan HIPMI Hadirkan Akses Perlindungan Asuransi bagi Pengusaha Muda Tarakan
Di ranah organisasi, kiprah Jona di HIPMI terbilang panjang. Ia mengawali perjalanan dari BPC HIPMI Medan, lalu menjadi pengurus BPD HIPMI Sumatera Utara periode 2014–2017, hingga dipercaya masuk jajaran BPP HIPMI pada 2018–2019.
Karier organisasinya terus berlanjut dengan posisi Bendahara Umum BPD HIPMI Sumut (2020–2021) dan kemudian menjabat Ketua Umum BPD HIPMI Sumut periode 2021–2024.
Selama memimpin di tingkat daerah, Jona mendorong UMKM naik kelas, memperkuat kolaborasi antara pengusaha besar dan kecil, serta meningkatkan kontribusi sektor usaha terhadap pertumbuhan ekonomi daerah. Ia juga aktif menjalankan kegiatan sosial yang menyasar berbagai lapisan masyarakat.




