Jakarta–Asian Development Bank (ADB) mengungkapkan kesiapannya untuk mengucurkan pinjaman sebesar USD2 miliar atau setara dengan Rp26,6 triliun setiap tahun untuk Indonesia. Dana ini diberikan untuk membantu indonesia membenahi infrastruktur.
Wakil Presiden ADB untuk Urusan Pengelolaan Pengetahuan dan Pembangunan Berkelanjutan, Bambang Susantono mengungkapkan, besaran pinjaman yang disalurkan tersebut untuk memenuhi kebutuhan investasi Indonesia yang ditafsir mencapai USD74 miliar atau Rp987,2 triliun hingga 2030.
Ia menilai saat ini Indonesia masih mengalami gap atau kekurangan investasi hingga USD51 miliar atau setara Rp679 triliun. (Bersambung ke halaman berikutnya)
Poin Penting OJK menargetkan aset asuransi tumbuh 5-7 persen pada 2026, seiring optimisme kinerja sektor… Read More
Poin Penting OJK memproyeksikan kredit perbankan 2026 tumbuh 10–12 persen, lebih tinggi dibanding target 2025… Read More
Poin Penting Kekerasan debt collector dan maraknya jual beli kendaraan STNK only menggerus kepercayaan publik,… Read More
Poin Penting OJK menegaskan peran penagihan penting menjaga stabilitas industri pembiayaan, namun wajib diatur rinci,… Read More
Poin Penting Menkeu Purbaya sidak dua perusahaan baja di Tangerang yang diduga menghindari pembayaran PPN… Read More
Poin Penting Pembiayaan berkelanjutan Bank Mandiri mencapai Rp316 triliun pada 2025, tumbuh 8% yoy, terdiri… Read More