“Dengan nilai investasi existing yang sudah ada saat ini sebesar USD23 miliar, maka masih ada gap atau kekurangan investasi yang dialami negara ini,” ujar Bambang di Jakarta, Selasa, 21 Maret 2017.
Ia mengungkapkan, pihaknya telah mengalokasikan pinjaman sebesar USD10 miliar selama 5 tahun ke depan. Dalam setahun kucuran dana yang diberikan ADB sebesar USD2 miliar atau sekitar Rp26,6 triliun.
Bambang menjelaskan, pinjaman sebesar USD2 miliar per tahun akan dilakukan secara berkelanjutan hingga lima tahun ke depan. Artinya, ADB siap menggelontorkan dana hingga USD10 miliar atau setara dengan Rp133,2 triliun hingga 2022. (Bersambung ke halaman berikutnya)
Poin Penting Risiko banjir dan bencana meningkat, mendorong pentingnya proteksi aset sejak dini melalui asuransi… Read More
Poin Penting OJK menargetkan aset asuransi tumbuh 5-7 persen pada 2026, seiring optimisme kinerja sektor… Read More
Poin Penting OJK memproyeksikan kredit perbankan 2026 tumbuh 10–12 persen, lebih tinggi dibanding target 2025… Read More
Poin Penting Kekerasan debt collector dan maraknya jual beli kendaraan STNK only menggerus kepercayaan publik,… Read More
Poin Penting OJK menegaskan peran penagihan penting menjaga stabilitas industri pembiayaan, namun wajib diatur rinci,… Read More
Poin Penting Menkeu Purbaya sidak dua perusahaan baja di Tangerang yang diduga menghindari pembayaran PPN… Read More