“Dengan nilai investasi existing yang sudah ada saat ini sebesar USD23 miliar, maka masih ada gap atau kekurangan investasi yang dialami negara ini,” ujar Bambang di Jakarta, Selasa, 21 Maret 2017.
Ia mengungkapkan, pihaknya telah mengalokasikan pinjaman sebesar USD10 miliar selama 5 tahun ke depan. Dalam setahun kucuran dana yang diberikan ADB sebesar USD2 miliar atau sekitar Rp26,6 triliun.
Bambang menjelaskan, pinjaman sebesar USD2 miliar per tahun akan dilakukan secara berkelanjutan hingga lima tahun ke depan. Artinya, ADB siap menggelontorkan dana hingga USD10 miliar atau setara dengan Rp133,2 triliun hingga 2022. (Bersambung ke halaman berikutnya)
Poin Penting Bank Dunia memangkas proyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia 2026 menjadi 4,7 persen dari 4,8… Read More
Grab resmi memperkenalkan 13 fitur berbasis kecerdasan buatan dalam ajang tahunan GrabX 2026.Peluncuran GrabX 2026… Read More
Poin Penting Temuan PBB menyebutkan peluru yang menewaskan prajurit TNI pada 29 Maret ditembakkan dari… Read More
Poin Penting BI mencatat DPK valas Februari 2026 sebesar Rp1.367,2 triliun, relatif stabil dibanding Januari,… Read More
Poin Penting World Bank memproyeksikan pertumbuhan ekonomi Indonesia melambat menjadi 4,7 persen pada 2026, turun… Read More
Poin Penting: Para pakar meminta RUU Perampasan Aset dibatasi untuk kejahatan serius dan fokus pada… Read More