Laba Bersih Bank Muamalat Tumbuh 35,3 Persen
Jakarta – Nama PT Minna Padi Investama Sekuritas Tbk (PADI) kembali ramai diperbincangkan banyak pihak setelah menyatakan telah melakukan penandatanganan pengambilalihan saham PT Bank Muamalat Indonesia Tbk (Muamalat) kemarin.
Dalam keterbukaan informasi yang disampaikan pihak manajemen, Minna Padi sendiri nantinya akan bertindak sebagai pembeli siaga dalam rangka Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (HMETD) Bank Muamalat dengan nilai transaksi cukup besar atau mencapai Rp4,5 triliun.
Hal itu dibenarkan oleh Direktur Utama PADI, Djoko Joelianto. Jika aksi itu tercapai, pihaknya akan menguasai kepemilikan saham Bank Muamalat minimal sebesar 51 persen.
“Kita memang niat jadi pembeli siaga, minimal 51persen. Kenapa kita tidak bilang angka maksimal, takutnya tidak terserap semua,” kata Djoko kepada Infobank, Kamis, 28 September 2017.
Padahal kabar niatan pencaplokan saham Bank Muamalat sudah beredar jauh sebelum PADI menyampaikan pernyataan resminya sebagai pembeli siaga kemarin.
Bahkan beredar kabar di pasar, ada investor perorangan yang kaya raya berniat mengambil saham Bank Muamalat namun masuknya lewat PADI. Kabar ini akan terbukti saat peralihan saham Bank Muamalat nanti.
Baca juga: Bos Bank Muamalat Mengundurkan Diri
Yang cukup unik, sebelum PADI menyatakan secara resmi ketertarikannya dalam menjadi pembeli siaga di rights issue Bank Muamalat, ada investor yang mengoleksi saham PADI secara masif. Bahkan transaksinya di pasar modal terdeteksi oleh media.
Investor itu atas nama Setiawan Ichlas. Siapakah Setiawan Ichlas ini? Diberitakan pria tersebut tercatat sudah dua kali membeli saham PADI di pasar negosiasi.
Pembelian pertama terjadi pada 4 Agustus 2017 sebanyak 1,23 miliar dan kedua pada 7 Agustus investor itu membeli saham PADI sebanyak 250 juta lembar.
Berdasarkan data yang dihimpun Infobank di pasar modal, Kamis, 28 September 2017, saat ini mayoritas kepemilikan saham PADI untuk perorangan dipegang oleh Setiawan Ichlas sebanyak 13,27 persen dengan jumlah saham sebanyak 1,5 miliar saham. Sementara terbesar kedua dipegang oleh Eveline Listijosuputro sebesa 11,85 persen dengan jumlah saham 1,33 miliar saham.
Namun di balik itu, sebetulnya apa yang menarik dari Bank Muamalat, sehingga PADI berniat masuk sebagai pembeli siaga? Padahal Bank Muamalat juga baru saja keluar dari nilai raport merah. (Bersambung ke halaman berikutnya)
Page: 1 2
Poin Penting THR menjadi momentum menata keuangan, mulai dari kewajiban, utang, tabungan, hingga perlindungan finansial.… Read More
Poin Penting BI tetap siaga memantau rupiah selama libur Lebaran, termasuk melalui pasar offshore meski… Read More
Poin Penting BI tidak lagi memberi sinyal penurunan suku bunga akibat meningkatnya risiko global dari… Read More
Kerjasama ini juga membuka ruang bagi pengembangan bisnis terutama inisiatf mendukung program pemerintah dalam pengembangan… Read More
Poin Penting PT Bank Maybank Indonesia Tbk memperkuat pembiayaan SME syariah sebagai pilar utama pengembangan… Read More
Poin Penting PT Kereta Api Indonesia (Persero) menetapkan tarif maksimal LRT Jabodebek sebesar Rp10.000 selama… Read More