Poin Penting
- KB Bank mengintegrasikan layanan keuangan (perbankan, investasi, asuransi) untuk memenuhi kebutuhan nasabah yang menginginkan solusi terpadu
- Penguatan ekosistem & layanan dilakukan melalui platform seperti KBstar, KBstarbiz, serta pengembangan pembayaran digital berbasis QRIS
- Tantangan & strategi utama: Fokus pada integrasi sistem dan data, didukung penguatan teknologi (NGBS) serta peningkatan kualitas SDM di seluruh lini.
Jakarta – PT Bank KB Indonesia Tbk (KB Bank) tengah dalam proses implementasi konsep universal banking. Konsep ini memungkinkan pelaku perbankan untuk melakukan integrasi layanan keuangan di luar perbankan, seperti manajemen aset serta asuransi.
Menurut Kunardy Darma Lie, Direktur Utama KB Bank, konsep universal banking semakin relevan di era sekarang. Terutama, dengan meningkatnya ekspektasi nasabah yang menginginkan solusi keuangan yang terintegrasi dan mudah diakses.
“Nasabah saat ini tidak lagi melihat layanan perbankan secara terpisah, melainkan sebagai satu kesatuan. Mulai dari simpanan, pembiayaan, investasi, hingga proteksi baik untuk individu maupun korporasi,” terang Kunardy kepada Infobanknews, dikutip Jumat, 10 April 2026.
Baca juga: KB Bank (BBKP) Balik Laba Rp66,59 Miliar di 2025, Ini Penopangnya
Lebih lanjut, KB Bank telah mengimplementasikan pendekatan ini melalui penyediaan layanan yang terintegrasi, seperti KBstar untuk nasabah individu dan KBstarbiz untuk nasabah korporasi, serta pengembangan ekosistem pembayaran melalui QRIS merchant.
Tantangan Penerapan Universal Banking
Namun begitu, Kunardy tak menampik bahwa penerapan universal banking juga memiliki tantangannya sendiri. Salah satu tantangan yang perlu dihadapi adalah integrasi proses, sistem, dan pengelolaan data.
Untuk itu, Kunardy menyebut infrastruktur teknologi memiliki peran yang fundamental dalam mendukung universal banking. Aspek ini dinilai yang paling krusial dalam menghubungkan berbagai layanan keuangan ke dalam satu ekosistem yang terintegrasi.
“Tanpa fondasi teknologi yang kuat, akan sulit menghadirkan layanan lintas produk yang seamless, baik untuk transaksi perbankan, pembiayaan, investasi, maupun proteksi. Oleh karena itu, penguatan pada arsitektur sistem, integrasi data, serta keamanan menjadi area yang paling krusial,” lanjutnya.
Untuk itu, KB Bank telah memperkuat fondasinya melalui migrasi core banking melalui proyek Next Generation Banking System (NGBS) guna meningkatkan kapasitas serta, keandalan sistem, dan juga memperkuat aspek keamanan perusahaan.
Baca juga: KB Bank Bidik Pembiayaan Wholesale Tumbuh 70 Persen di 2026, Begini Strateginya
Tak lupa, KB Bank juga melakukan penguatan sumber daya manusia. Kunardy bilang, penguatan dilakukan secara menyeluruh tidak hanya pada fungsi IT, tetapi juga pada fungsi bisnis, risiko, operasional, dan pendukung lainnya.
“Kombinasi antara infrastruktur yang modern dan kesiapan organisasi ini menjadi fondasi utama KB Bank dalam menghadirkan layanan yang semakin terintegrasi dan bernilai tambah bagi nasabah,” tukasnya. (*) Mohammad Adrianto Sukarso










