ALTO Network Proses 30 Juta Transaksi Harian, QRIS jadi Kontributor Terbesar

ALTO Network Proses 30 Juta Transaksi Harian, QRIS jadi Kontributor Terbesar

Poin Penting

  • ALTO Network memproses ~30 juta transaksi per hari hingga Maret 2026, dengan kontribusi terbesar dari QRIS yang tumbuh 89,56 persen (volume) dan 94,18 persen (nilai) secara tahunan
  • Tarik tunai ATM menurun di kota besar namun meningkat di wilayah rural; transaksi cardless tumbuh dua digit, mencerminkan pergeseran menuju less-cash society
  • Transaksi inbound (wisatawan asing di Indonesia) masih dominan—terutama dari Malaysia—meski inbound dan outbound sama-sama tumbuh signifikan.

Jakarta – PT Alto Network (ALTO Network) mencatat pertumbuhan signifikan pada transaksi digital yang diproses, seiring meningkatnya adopsi pembayaran digital di Indonesia di tengah ketidakpastian ekonomi global.

Hingga Maret 2026, ALTO Network memproses sekitar 30 juta transaksi per hari, dengan kontribusi terbesar berasal dari Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS).

CEO ALTO Network, Gretel Griselda, mengungkapkan volume transaksi QRIS yang diproses tumbuh sebesar 89,56 persen secara tahunan atau year-on-year (yoy), dengan nilai transaksi meningkat 94,18 persen.

“Dari sisi performance, saat ini kontribusi terbesar masih berasal dari QRIS. Setelah itu, disusul oleh transfer, baik melalui ATM maupun mobile banking, kemudian tarik tunai ATM, pembayaran kartu GPN, serta bill payment termasuk top-up e-wallet,” ujar Gretel, di Jakarta, Kamis, 9 April 2026.

Baca juga: ALTO Network Dorong Implementasi Ekosistem QRIS Tap NFC

Dalam kesempatan yang sama, Chief Business Officer ALTO Network, Rangga Wiseno mengatakan, terdapat pergeseran pola transaksi masyarakat, khususnya pada penggunaan ATM.

Menurutnya, transaksi tarik tunai di kota besar mulai menurun, namun justru meningkat di wilayah rural. Hal ini menunjukkan Indonesia tengah bergerak dari cash-heavy society menuju less-cash society, meski belum sepenuhnya menjadi cashless society.

“Transaksi tarik tunai masih tumbuh, meskipun hanya single digit. Sementara transaksi tanpa kartu atau cardless withdrawal tumbuh lebih tinggi, sekitar dua digit,” jelasnya.

Dari sisi transaksi lintas negara, ALTO mencatat bahwa penggunaan QRIS Cross Border juga terus meningkat. Dalam skema ini, terdapat dua jenis transaksi, yakni outbound (warga Indonesia bertransaksi di luar negeri) dan inbound (wisatawan asing bertransaksi di Indonesia).

Rangga menuturkan, saat ini transaksi inbound masih mendominasi.

“Saat ini inbound lebih besar. Hal ini karena Indonesia menjadi destinasi wisata yang cukup diminati, terutama oleh wisatawan dari Malaysia,” ujarnya.

Ia menambahkan, baik transaksi inbound maupun outbound sama-sama tumbuh signifikan, namun kontribusi inbound masih lebih besar. Adapun dari sisi negara asal, transaksi inbound terbesar masih didominasi oleh Malaysia, disusul China, Thailand, Singapura, dan Jepang.

“Sementara kontribusi Jepang masih relatif kecil, dan Korea Selatan dinilai memiliki potensi pertumbuhan ke depan seiring ekspansi kerja sama,” tambahnya.

Ke depan, ALTO Network optimistis dapat mempertahankan pertumbuhan kinerja positif pada 2026.

Gretel menyebut, saat ini sekitar 50 persen bank digital di Indonesia telah menggunakan solusi ALTO. Kemudian, ALTO juga memiliki posisi kuat di segmen fintech serta mengelola sekitar 70 juta kartu.

Baca juga: Hore! Warga RI Kini Bisa Belanja di Korea Selatan Pakai QRIS

Sepanjang 2025, ALTO telah mencatat sejumlah pencapaian penting, antara lain implementasi QRIS cross-border bersama Bank Indonesia dan ASPI, pengembangan layanan contactless, baik berbasis QRIS maupun kartu penguatan infrastruktur untuk mengantisipasi lonjakan transaksi, termasuk saat periode Lebaran yang mencatat pertumbuhan hingga 50 persen.

“Dengan berbagai inisiatif tersebut, ALTO optimistis dapat terus memperkuat perannya dalam mendukung ekosistem pembayaran digital nasional,” pungkasnya. (*) Ayu Utami

Related Posts

News Update

Netizen +62