RUPST OCBC Sepakat Tebar Dividen Rp1,03 Triliun dan Buyback 438 Ribu Saham

RUPST OCBC Sepakat Tebar Dividen Rp1,03 Triliun dan Buyback 438 Ribu Saham

Poin Penting

  • RUPST OCBC sepakat untuk membagikan dividen tunai Rp1,03 triliun atau Rp45 per saham dari laba bersih 2025.
  • Pemegang saham OCBC juga menyetujui pembelian kembali 438 ribu saham untuk program remunerasi variabel.
  • Sepanjang 2025, total aset tumbuh 10 persen year on year (yoy) menjadi Rp308,1 triliun, menegaskan stabilitas kinerja OCBC.

Jakarta – Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan PT Bank OCBC NISP Tbk (RUPST OCBC) untuk Tahun Buku 2025 menetapkan kebijakan dividen tunai dan aksi pembelian kembali saham sebagai dua keputusan utama yang menjadi sorotan pasar. 

Rapat yang digelar di OCBC Tower, Jakarta, 9 April 2026, menandai komitmen perseroan menjaga distribusi hasil kepada pemegang saham sekaligus memperkuat struktur permodalan melalui aksi korporasi berkelanjutan.

Baca juga: Bank OCBC NISP Mau Buyback Saham Rp1 Miliar, Ini Tujuannya

RUPST OCBC Sepakat Tebar Dividen Tunai Rp45 per Saham

Dalam RUPST OCBC, pemegang saham menyetujui pembagian dividen tunai sebesar Rp45 per saham, dengan total Rp1,03 triliun atau 20,42 persen dari laba bersih 2025. 

Dari laba bersih Rp5,06 triliun, perseroan juga menyisihkan Rp1 miliar sebagai cadangan umum, sementara sisanya ditetapkan sebagai laba ditahan untuk mendukung ekspansi bisnis.

Kebijakan dividen ini mencerminkan keseimbangan perseroan dalam menjaga imbal hasil bagi pemegang saham sekaligus mempertahankan ruang pertumbuhan.

Buyback 438 Ribu Saham untuk Remunerasi Variabel

Keputusan penting lain dalam RUPST OCBC adalah persetujuan pembelian kembali 438.000 saham. Saham hasil buyback akan dialokasikan untuk program remunerasi variabel sesuai ketentuan POJK dan perundang-undangan yang berlaku. 

Langkah ini menjadi bagian dari strategi perseroan memperkuat aspek tata kelola serta menjaga competitive edge dalam industri keuangan.

Selain itu, rapat juga menyetujui pengkinian Rencana Aksi Pemulihan, penyesuaian anggaran dasar, dan persiapan langkah OCBC menjadi Perusahaan Induk Konglomerasi Keuangan.

Pertumbuhan Stabil: Aset Naik 10 Persen

Meskipun fokus rapat banyak pada kebijakan dividen dan buyback, perseroan juga menyampaikan pencapaian kinerja yang solid. Total aset per 31 Desember 2025 mencapai Rp308,1 triliun, tumbuh 10 persen year on year (yoy).

Adapun Dana Pihak Ketiga (DPK) peseroan meningkat 18 persen menjadi Rp243,5 triliun, dengan CASA melonjak 24 persen menjadi Rp141,1 triliun. Sedangkan laba bersih mencapai Rp5,1 triliun, meningkat 4 persen yoy.

Presiden Direktur Parwati Surjaudaja menegaskan kualitas pertumbuhan tersebut.

“Sepanjang 2025, OCBC mencatatkan pertumbuhan yang berkualitas dengan fundamental permodalan dan likuiditas yang tetap kuat. Di tengah dinamika global yang menantang, kami telah menjaga keseimbangan antara ekspansi kredit yang selektif, pengelolaan risiko yang baik, serta penguatan CASA dan basis nasabah yang berkelanjutan,” ujarnya.

Ia juga menyoroti langkah strategis yang semakin memperkuat posisi bank.

“Langkah OCBC menjadi Perusahaan Induk Konglomerasi Keuangan merupakan salah satu upaya untuk senantiasa memperkuat tata kelola dan manajemen risiko yang terintegrasi,” katanya.

Baca juga: DPK dan Aset OCBC Syariah Naik Tajam pada 2025, Ini Rinciannya

Inovasi Digital dan Produk Tetap Diperkuat

Perseroan mencatat peningkatan frekuensi transaksi digital sebesar 46 persen YoY sepanjang 2025, disertai pertumbuhan pengguna aktif internet banking dan mobile banking sebesar 13 persen YoY, serta OCBC Business Mobile 19 persen YoY. Total nilai transaksi digital mencapai Rp1.500 triliun.

Di sisi produk, OCBC meluncurkan Young NYALA, OCBC Star Wars Platinum Credit Card, dan fitur Tap Kartu Kredit OCBC berbasis NFC, sekaligus memperluas layanan merchant dan program literasi melalui Nyala Festival 2025 serta Financial Fitness Index 2025.

Sepanjang tahun, OCBC juga menggelar OCBC One Connect untuk ketiga kalinya, serta OCBC Business Forum 2025 yang mengangkat pentingnya strategi adaptif menghadapi tantangan global.

Dividen Stabil dan Buyback Perkuat Posisi OCBC

Melalui RUPST OCBC, perseroan menetapkan kebijakan dividen dan buyback sebagai langkah strategis untuk menjaga value bagi pemegang saham, sekaligus memperkuat struktur permodalan dan tata kelola. 

Di saat yang sama, pertumbuhan aset 10 persen yoy memperlihatkan fondasi bisnis yang solid untuk menghadapi persaingan industri keuangan yang makin dinamis. (*)

Editor: Galih Pratama

Related Posts

News Update

Netizen +62