Kaspersky Catat Pertumbuhan Positif 2025, Target Double Digit di 2026

Kaspersky Catat Pertumbuhan Positif 2025, Target Double Digit di 2026

Poin Penting

  • Ancaman siber di Indonesia meningkat tajam pada 2025, dengan jutaan serangan berhasil diblokir oleh Kaspersky.
  • Kaspersky mencatat pertumbuhan global dan Asia Pasifik yang solid, didorong segmen B2B dan enterprise.
  • Di Indonesia, bisnis tetap tumbuh dan ditargetkan mencapai double digit pada 2026, didukung ekspansi pasar dan strategi harga kompetitif.

Jakarta – Lanskap keamanan siber di Indonesia mengalami peningkatan signifikan, baik dari sisi kompleksitas maupun volume ancaman dalam beberapa tahun terakhir.

Berdasarkan data terbaru dari Kaspersky, sebanyak 14.909.665 serangan berbasis web dan 39.718.903 ancaman pada perangkat berhasil dideteksi dan diblokir sepanjang 2025 di Indonesia.

Selain itu, perusahaan keamanan siber dan privasi digital global yang berasal dari Rusia ini juga mengungkapkan, sekitar 20 persen perusahaan di Indonesia mengalami serangan rantai pasokan pada periode yang sama.

Seiring meningkatnya kebutuhan perlindungan digital, Kaspersky mencatat pertumbuhan bisnis positif secara global, Asia Pasifik (APAC), dan Indonesia.

Baca juga: Ancaman Siber Naik Level, Kaspersky Dorong Perusahaan Terapkan SOC Berbasis AI

Secara global, penjualan Kaspersky tumbuh 4 persen secara tahunan (year on year/yoy) hingga mendekati USD836 juta pada 2025. Pertumbuhan ini terutama didorong oleh peningkatan 16 persen yoy dari portofolio produk B2B.

Di kawasan Asia Pasifik, pertumbuhan juga mencapai lebih dari 4 persen YoY. Kinerja ini ditopang oleh kenaikan 12 persen pada segmen B2B dan 22 persen pada segmen enterprise sepanjang 2025.

Sementara itu, segmen non-endpoint perusahaan mencatat pertumbuhan signifikan sebesar 40 persen YoY di kawasan ini.

Bisnis B2C Tumbuh dan Basis Pelanggan Meluas

Di samping itu, tahun 2025 juga menjadi periode positif bagi pengembangan bisnis B2C di Asia Pasifik. Jumlah pelanggan baru B2C Kaspersky meningkat 19 persen secara tahunan, menjadi yang tertinggi sepanjang sejarah perusahaan di kawasan tersebut.

Baca juga: Kaspersky Ungkap Tren Ancaman Siber 2026 yang Patut Diwaspadai Sektor Keuangan

Managing Director Kaspersky untuk Asia Pasifik, Adrian Hia menyebut perusahaan telah mengembangkan teknologi kelas global selama hampir tiga dekade, termasuk menjadi pelopor dalam pemanfaatan artificial intelligence (AI) untuk keamanan siber sejak 2004.

Layanannya yang terbuka bagi semua pihak, mulai dari pengguna harian, konglomerat besar, sampai sistem pemerintah yang paling tertutup, dan infrastruktur paling penting di suatu negara menjadi keunggulan lainnya yang menopang bisnis Kaspersky.

“Karena Asia Pasifik memimpin dunia dalam transformasi digital, penggunaan AI, dan adopsi cloud, hasil kuat kami yang konsisten di Asia Pasifik menunjukkan bahwa Kaspersky berada pada posisi strategis untuk mengamankan perluasan digital di kawasan ini,” kata Adrian di Jakarta, Rabu, 8 April 2026.

Target Double Digit di 2026

Lebih lanjut, Indonesia sebagai salah satu pasar prioritas juga mencatat kinerja positif, dengan pertumbuhan penjualan 3 persen YoY. Segmen B2C menjadi pendorong utama dengan lonjakan 48 persen yoy.

Di sisi lain, Country Manager Kaspersky Indonesia, Defi Nofitra, menyatakan pihaknya menargetkan pertumbuhan bisnis double digit pada 2026. Strategi tersebut didukung oleh pricing yang kompetitif serta ekspansi ke segmen baru seperti manufaktur dan rumah sakit.

Menurutnya, dinamika geopolitik global justru membuka peluang baru bagi industri keamanan siber.

“Justru itu jadi satu opportunity. Resilience artinya sekarang sudah jelas ada dua blok yang mereka saling perang. Tapi, di situasi itu juga peluang buat kita untuk mengamankan user,” jelas Defi.

Ia juga menambahkan, lebih dari 50 persen kontribusi profit Kaspersky berasal dari endpoint protection, yaitu perlindungan keamanan pada perangkat seperti ponsel, laptop, dan tablet. (*) Steven Widjaja

Netizen +62