Poin Penting
- AAJI mencatat industri asuransi jiwa mencatat total investasi Rp590,54 triliun pada 2025, naik dari Rp541,55 triliun pada 2024.
- Surat Berharga Negara menjadi instrumen utama, senilai Rp248,25 triliun atau 42% dari total investasi.
- Selain SBN, dana ditempatkan di saham Rp128,72 triliun, reksa dana Rp74,07 triliun, sukuk korporasi Rp53,45 triliun, dan deposito Rp31,95 triliun, mendukung stabilitas dan kinerja jangka panjang.
Jakarta – Industri asuransi jiwa terus memperkuat fondasi keuangannya melalui strategi investasi yang semakin terdiversifikasi. Sepanjang 2025, total investasi industri tercatat meningkat signifikan, dengan porsi terbesar masih ditempatkan pada instrumen surat utang pemerintah.
Data Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI) menunjukkan total investasi industri asuransi jiwa mencapai Rp590,54 triliun pada 2025.
Ketua Bidang Marketing & Komunikasi AAJI, Harsya Wardhana Prasetyo mengatakan peningkatan tersebut mencerminkan komitmen industri dalam mengelola dana secara prudent sekaligus menjaga ketahanan keuangan perusahaan.
Baca juga: Klaim Asuransi Kesehatan Naik 9,1 Persen Jadi Rp26,74 Triliun Sepanjang 2025
“Total investasi industri asuransi jiwa pada 2025 mencapai Rp590,54 triliun, meningkat dibandingkan tahun sebelumnya yang sebesar Rp541,55 triliun,” ucapnya dalam acara Konferesi Pers Kinerja Full Year 2025 di Grha AAJI, Jumat (13/3).
Dari sisi komposisi portofolio, kata Harsya, Surat Berharga Negara (SBN) masih menjadi instrumen utama penempatan dana industri. Nilai investasi pada SBN mencapai Rp248,25 triliun atau sekitar 42 persen dari total investasi.
Selain SBN, dana industri juga ditempatkan pada berbagai instrumen pasar modal. Investasi pada saham tercatat sebesar Rp128,72 triliun, diikuti reksa dana Rp74,07 triliun, sukuk korporasi Rp53,45 triliun, serta deposito sebesar Rp31,95 triliun.
Menurut Harsya, stabilitas pasar obligasi pemerintah dan membaiknya kinerja pasar saham domestik pada kuartal IV 2025 memberikan kontribusi positif terhadap kinerja investasi industri.
Baca juga: Total Pendapatan Asuransi Jiwa 2025 Capai Rp238,71 Triliun, Tumbuh 9,3 Persen
“Stabilitas pasar obligasi pemerintah serta perbaikan kinerja pasar saham domestik pada kuartal IV 2025 turut memberikan kontribusi positif terhadap portofolio investasi perusahaan asuransi jiwa,” jelasnya.
Ia menambahkan bahwa karakteristik bisnis asuransi jiwa yang berorientasi jangka panjang membuat instrumen seperti SBN, saham, dan reksa dana menjadi pilihan utama dalam strategi pengelolaan investasi.
“Dengan karakteristik investasi jangka panjang yang dimiliki industri asuransi jiwa, kondisi tersebut turut mendukung penguatan kinerja investasi sekaligus menjaga kemampuan perusahaan dalam memenuhi kewajiban kepada pemegang polis,” kata Harsya. (*) Alfi Salima Puteri










