IBM: Kedaulatan Digital Jadi Kunci Masa Depan Ekonomi RI

IBM: Kedaulatan Digital Jadi Kunci Masa Depan Ekonomi RI

Poin Penting

  • IBM dorong penguatan kedaulatan digital untuk menjaga daya saing ekonomi Indonesia.
  • Ekonomi digital RI terbesar di ASEAN, dengan proyeksi nilai pasar mendekati USD100 miliar.
  • AI, cloud, dan data jadi kunci transformasi serta ketahanan ekonomi digital.

Jakarta – Perusahaan penyedia infrastruktur teknologi IBM menilai Indonesia perlu mulai memperkuat kedaulatan digital seiring pesatnya perkembangan ekonomi digital dan meningkatnya pemanfaatan teknologi seperti kecerdasan buatan (AI), cloud, dan otomatisasi.

Data menunjukkan Indonesia saat ini tercatat sebagai ekonomi digital terbesar di Asia Tenggara, dengan kontribusi mencapai sekitar 40 persen dari total ekonomi digital kawasan.

Nilai pasar ekonomi digital nasional bahkan diproyeksikan mendekati USD100 miliar dari sisi gross merchandise value (GMV). Proyeksi tersebut didukung oleh populasi lebih dari 280 juta jiwa serta sekitar 220 juta pengguna internet yang terus menghasilkan volume data digital dalam skala besar.

Catherine Lian, General Manager dan Technology Leader IBM ASEAN, menekankan bahwa penguatan kontrol atas data, infrastruktur, serta teknologi digital menjadi faktor penting untuk menjaga daya saing ekonomi sekaligus ketahanan nasional di era transformasi digital.

“Indonesia berada pada momen penting dalam perjalanan digitalnya. Dengan memimpin dalam kedaulatan digital dan memperkuat kemitraan lintas batas, kita dapat membangun pondasi digital yang terpercaya,” ujarnya dalam keterangan resmi, dikutip Jumat, 13 Maret 2026.

Baca juga: IBM Rilis Laporan Ancaman Siber 2026, Asia Pasifik Sumbang 27 Persen Insiden

Pertumbuhan tersebut turut mendorong percepatan transformasi digital di berbagai sektor, baik swasta maupun publik. Investasi pada teknologi cloud, data, otomatisasi, serta AI juga terus meningkat untuk memperkuat efisiensi operasional dan meningkatkan daya saing bisnis.

“Hal ini mampu untuk mendorong inovasi, memperkuat ketahanan, dan membuka peluang baru, sehingga pada akhirnya mampu menggerakkan masa depan ekonomi Indonesia,” tambahnya.

Dalam konteks tersebut, konsep kedaulatan digital semakin mendapat perhatian. IBM mendefinisikan kedaulatan digital sebagai kemampuan organisasi untuk mengelola serta memanfaatkan teknologi canggih sesuai dengan aturan dan kendali mereka sendiri.

Menurut Catherine, kedaulatan digital mencerminkan tingkat kontrol organisasi terhadap aset digital, mulai dari data, perangkat lunak, konten, hingga infrastruktur teknologi di seluruh operasionalnya. Konsep ini tidak lagi sekadar berkaitan dengan lokasi penyimpanan data.

Di Indonesia, IBM melihat kedaulatan digital telah menjadi salah satu prioritas nasional, antara lain melalui peluncuran Strategi Nasional Kecerdasan Artifisial serta agenda pembangunan menuju Indonesia Emas 2045.

Baca juga: Ini 3 Modus Penipuan Digital yang Harus Diwaspadai Jelang Lebaran

Kedua agenda tersebut menempatkan AI sebagai teknologi strategis untuk mendorong inovasi dan pertumbuhan ekonomi digital. Pendekatan ini juga dinilai dapat meningkatkan fleksibilitas operasional serta memperkuat ketahanan terhadap risiko geopolitik, gangguan lintas batas, maupun potensi gangguan pada rantai pasok digital.

Di tengah konvergensi teknologi seperti AI, hybrid cloud, dan komputasi kuantum yang membentuk ulang lanskap bisnis global, kedaulatan digital dinilai tidak lagi sekadar isu kebijakan, tetapi telah menjadi bagian penting dari strategi daya saing dan ketahanan perusahaan. (*) Mohammad Adrianto Sukarso

Related Posts

News Update

Netizen +62