Profil Mojtaba Khamenei, Pemimpin Tertinggi Iran Baru dari Balik Layar

Profil Mojtaba Khamenei, Pemimpin Tertinggi Iran Baru dari Balik Layar

Poin Penting

  • Mojtaba Khamenei resmi ditunjuk sebagai pemimpin tertinggi Iran oleh Majelis Ahli menggantikan ayahnya, Ali Khamenei, di tengah situasi konflik militer.
  • Sosok Mojtaba Khamenei selama ini dikenal berada di balik layar kekuasaan Iran dan jarang tampil di ruang publik.
  • Kepemimpinan Mojtaba Khamenei menghadapi tantangan besar, mulai dari kontroversi politik hingga tekanan geopolitik dari Barat.

Jakarta – Nama Mojtaba Khamenei kini menjadi sorotan setelah ditetapkan sebagai pemimpin tertinggi Iran yang baru. Penunjukan Mojtaba Khamenei dilakukan oleh Majelis Ahli (Assembly of Experts) untuk menggantikan ayahnya, Ali Khamenei, di tengah situasi konflik yang memanas.

Sosok Mojtaba Khamenei juga menjadi perhatian karena kehilangan ayah, ibu, dan istrinya akibat serangan udara Amerika Serikat (AS) dan Israel.

Baca juga: Perang Iran-AS Picu Bank Global Tunda Perjalanan hingga IPO

Penetapan Mojtaba Khamenei diumumkan melalui pernyataan resmi yang dibacakan oleh penyiar televisi nasional Iran. Dalam pernyataan tersebut, Majelis Ahli menegaskan bahwa proses penunjukan pemimpin tertinggi tetap berjalan meski negara berada dalam kondisi perang dan menghadapi ancaman militer.

Majelis Ahli juga menyampaikan bahwa serangan bom terhadap kantor sekretariat lembaga tersebut—yang menewaskan sejumlah staf dan anggota tim keamanan—tidak menghentikan proses pemilihan pemimpin baru.

Dukungan IRGC untuk Mojtaba Khamenei

Penunjukan Mojtaba Khamenei turut mendapat dukungan dari Korps Garda Revolusi Iran/Islamic Revolutionary Guard Corps (IRGC). Pernyataan dukungan itu disiarkan oleh televisi nasional IRIB dan kantor berita Tasnim yang berafiliasi dengan IRGC.

Dalam pernyataannya, IRGC menyebut Mojtaba Khamenei sebagai "ahli hukum yang mumpuni, pemikir muda, dan sosok paling memahami isu-isu politik serta sosial."

Baca juga: Kekayaan Pemimpin Iran Ali Khamenei Disorot, Disebut Setara Pendapatan Indonesia 2024

IRGC juga menyampaikan "rasa hormat, pengabdian, dan ketaatan" kepada Mojtaba Khamenei serta menegaskan bahwa para anggotanya "siap untuk patuh sepenuhnya dan berkorban demi menjalankan perintah ilahi Pemimpin Tertinggi."

Sosok yang Lama Berada di Balik Layar

Berbeda dengan ayahnya, Mojtaba Khamenei dikenal sebagai figur yang jarang tampil di publik. Ia tidak pernah menduduki jabatan pemerintahan, jarang berpidato, dan hampir tidak pernah memberikan wawancara.

Meski demikian, pengaruh Mojtaba Khamenei disebut telah lama terasa di lingkaran kekuasaan Iran. Sejumlah laporan diplomatik AS yang dibocorkan oleh WikiLeaks bahkan menggambarkannya sebagai "kekuatan di balik jubah."

Baca juga: Trading Halt IHSG Bayangi Bursa Asia, BI Sebut Koreksi Imbas Perang Israel-AS vs Iran

Sementara itu, kantor berita Associated Press menyebutnya sebagai figur yang dianggap "pemimpin tangguh dan cakap" di dalam rezim Iran.

Namun, terpilihnya Mojtaba Khamenei memicu perdebatan. Republik Islam Iran yang lahir dari revolusi 1979 menolak konsep monarki, sehingga pemimpin tertinggi seharusnya dipilih berdasarkan kapasitas religius dan rekam jejak kepemimpinan, bukan garis keturunan.

Related Posts

News Update

Netizen +62