Poin Penting
- Menkeu Purbaya menegaskan program Makan Bergizi Gratis (MBG) merupakan pilar penting dalam strategi ekonomi Presiden Prabowo, khususnya untuk pemerataan dan stabilitas sosial-politik.
- Strategi ekonomi pemerintah bertumpu pada pertumbuhan ekonomi tinggi, pemerataan manfaat pembangunan, serta stabilitas sosial-politik
- Pemerintah mempercepat belanja negara dan menggenjot kebijakan fiskal, moneter, serta sektor riil sejak September 2025 untuk meredam ketegangan sosial dan menjaga stabilitas ekonomi.
Jakarta – Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa meminta publik agar tidak berlebihan dalam mengeluhkan program Makan Bergizi Gratis (MBG). Sebab, program tersebut merupakan bagian penting dari pilar pembangunan ekonomi Presiden Prabowo Subianto.
“MBG dan program-program yang lain Itu salah satu pilar dari program pembangunan Pak Presiden (Prabowo Subianto) yakni pemerantaan dan stabilitas sosial politik. Kalau itu nggak ada, yang high economic growth-nya nggak bisa tercipta. Jadi jangan protes soal MBG. Ini memang program yang diperlukan oleh masyarakat,” ujar Purbaya dalam acara Economic Outlook 2026, Kamis, 12 Februari 2026.
Purbaya menjelaskan, strategi pembangunan ekonomi Presiden Prabowo berdasar pada tiga pilar utama disebut sebagai Sumitronomics, yakni pertumbuhan ekonomi tinggi (high economic growth), pemerataan (equitable distribution of development benefit), serta stabilitas sosial dan politik.
Baca juga: BGN Tegaskan Sekolah Boleh Tolak MBG, Asal Alasan Ini Terpenuhi
Dia menyatakan, program MBG serta berbagai program sosial lainnya masuk dalam pilar pemerataan dan stabilitas sosial-politik. Menurutnya, tanpa pemerataan, pertumbuhan ekonomi yang tinggi tidak akan berkelanjutan.
“Jadi kita nggak main-main dalam memperbaiki fondasi perekonomian kita” tegasnya.
Purbaya pun kembali mengingat situasi ekonomi Indonesia yang sempat memanas pada Agustus 2025 lalu, akibat aksi demonstrasi yang terjadi di berbagai daerah. Unjuk rasa ini muncul secara spontan tanpa komando yang jelas. Ini mencerminkan keresahan masyarakat terhadap kondisi perekonomian yang mulai mengarah pada ketidakstabilan.
Baca juga: Dukung Program Pemerintah, KADIN Buka 1.000 Dapur MBG
“Suasana agak menegangkan, banyak orang turun ke jalan tanpa ada komando,” ungkapnya.
Menurutnya, pemerintah berupaya meredam potensi ketegangan saat itu, sejak September 2025dengan menghidupkan kembali berbagai strategi untuk menggenjot pertumbuhan ekonomi melalui kebijakan fiskal, moneter, dan sektor riil. Langkah pertama yang diambil adalah menekan kementerian dan lembaga pemerintah untuk mempercepat pengeluaran anggaran tepat sasaran.
“Saya gebrak-gebrak kementerian dan lembaga, walaupun sebagian dari mereka marah, namun akhirnya mereka menjalankan tugas mereka dengan baik,” bebernya. (*)
Editor: Galih Pratama










