Poin Penting
- BTN catat laba konsolidasian Rp3,5 triliun pada 2025, naik 16,4 persen yoy, didorong pendapatan bunga yang melonjak 23 persen menjadi Rp36,3 triliun
- Kredit konsolidasian naik 11,9 persen menjadi Rp400,6 triliun, mayoritas untuk sektor perumahan, dengan NIM naik ke 4,2 persen dan NPL turun ke 3,1 persen.
- DPK tumbuh 14,6 persen menjadi Rp437,4 triliun, didukung transaksi digital Bale by BTN yang naik 79,2 persen menjadi 2,2 miliar transaksi senilai Rp103,6 triliun.
Jakarta – PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN) mencatatkan kinerja positif sepanjang 2025 dengan mencetak laba bersih konsolidasian Rp3,5 triliun. Laba ini tumbuh 16,4 persen year-on-year (yoy) dibandingkan periode yang sama tahun 2024 yang sebesar Rp3,0 triliun.
Pencapaian laba bersih BTN didorong oleh pendapatan bunga yang naik 23,0 persen yoy menjadi Rp36,3 triliun hingga akhir 2025, dibandingkan tahun 2024 sebesar Rp29,6 triliun.
Di sisi lain, peningkatan di beban bunga sangat minim, yaitu 0,4 persen (yoy) menjadi Rp17,91 triliun per akhir 2025. Dari pencapaian itu, pendapatan bunga bersih tumbuh signifikan 57,5 peren menjadi Rp18,4 triliun pada akhir 2025 dibandingkan Rp11,7 triliun pada 2024.
Baca juga: Moody’s Turunkan Outlook Perbankan, BTN Tegaskan Fundamental Tetap Kuat
Direktur Utama BTN Nixon LP Napitupulu menjelaskan, BTN berhasil memperkuat profitabilitas dengan memperbaiki proses bisnis di sisi penyaluran kredit dan pengelolaan portofolio yang menghasilkan pertumbuhan lebih cepat dalam memperoleh pendanaan yang berbiaya lebih murah.
“Hal ini berbuah peningkatan margin bunga bersih (net interest margin/NIM) menjadi 4,2 persen pada akhir 2025, naik 133 basis poin (bps) dari tahun sebelumnya sebesar 2,9 persen,” tutur Nixon dalam paparan kinerja tahun 2025 di Jakarta, 9 Februari 2026.
Hingga akhir 2025, kata Nixon, realisasi kredit dan pembiayaan BTN konsolidasian tumbuh 11,9 persen yoy menjadi Rp400,6 triliun, dari Rp358,9 triliun pada 2024.
Nixon menjelaskan, mayoritas kredit BTN disalurkan ke sektor perumahan, dengan penyaluran kreditnya mencapai Rp328,4 triliun hingga Desember 2025, tumbuh 7,5 persen yoy dibandingkan tahun sebelumnya sebesar Rp305,6 triliun.
Realisasi kredit dan pembiayaan juga terjaga kualitasnya. Ini tercermin dari rasio non performing loan (NPL) gross yang turun ke level 3,1 persen dari tahun sebelumnya berada di posisi 3,2 persen.
Baca juga: BTN Targetkan Pembiayaan 20.000 Rumah Rendah Emisi pada 2026
Sementara dari sisi funding, dana pihak ketiga (DPK) konsolidasian BTN tumbuh 14,6 persen yoy menjadi Rp437,4 triliun di 2025. Pertumbuhan DPK BTN yang double-digit salah satunya didukung oleh akselerasi pertumbuhan transaksi digital terutama di superapp Bale by BTN.
“Jumlah transaksi Bale melonjak 79,2 persen yoy menjadi 2,2 miliar per 31 Desember 2025, sedangkan nilai transaksi tembus Rp103,6 triliun, naik 27,7 persen yoy dari tahun sebelumnya sebesar Rp81,1 triliun,” kata Nixon.
Menutup 2025, BTN mampu membukukan total aset konsolidasian Rp527,8 triliun, atau tumbuh sebesar 12,4 persen yoy. (*)










