Poin Penting
- Dollar Cost Averaging (DCA) membantu investor membeli aset kripto secara rutin dengan jumlah tetap, mengurangi risiko salah timing dan menurunkan rata-rata biaya pembelian per unit
- DCA efektif untuk aset kripto yang tahan lama, memperhatikan tren pasar dan metriks utama, tapi tetap memerlukan diversifikasi
- Melalui fitur Auto DCA PINTU, investor dapat membeli kripto otomatis secara harian, mingguan, atau bulanan tanpa repot, mendukung disiplin investasi jangka panjang.
Jakarta – Strategi dollar cost averaging (DCA) dalam investasi aset kripto dinilai sangat efekti untuk jangka panjang. Strategi ini membantu mengurangi ketidakpastian terkait kapan waktu terbaik untuk masuk ke market.
Dengan menerapkan strategi DCA, investor tidak perlu pusing dan bingung. Cukup konsisten menyisihkan dana dengan jumlah tetap secara rutin untuk membeli aset kripto. Strategi ini juga mendorong investor lebih disiplin untuk berinvestasi secara rutin.
Dikutip dari platform edukasi besutan aplikasi PINTU, yakni Pintu Academy, strategi DCA terbilang sederhana. Investor hanya perlu mengalokasikan sejumlah dana untuk membeli aset secara rutin, misalnya mingguan atau bulanan, tanpa peduli harga aset. Tujuan utama DCA adalah mendapatkan keuntungan dalam jangka panjang.
Baca juga: Bitcoin Anjlok ke USD64 Ribu, Likuidasi Massal Tekan Pasar Kripto
Sebagai gambaran, misalnya harga Bitcoin (BTC) saat ini USD50.000. Jika membeli dengan sistem lump sum, maka butuh USD50.000 untuk 1 BTC. Tapi jika dana USD50.000 itu dibagi menjadi lima kali dengan strategi BCA, contohnya di USD50.000/BTC, USD45.000/BTC, dan USD25/BTC, rata-rata harga dasar pembelian bisa turun menjadi USD40.000/BTC. Dengan skenario ini, kamu akan mengumpulkan total 1,4 BTC.
Strategi ini sangat bermanfaat, terutama saat pasar berfluktuasi. Dengan berinvestasi jumlah yang sama secara konsisten, maka investor akan membeli lebih banyak unit saat harga murah dan lebih sedikit unit saat harga mahal. Dalam jangka panjang, strategi ini bisa membantu menurunkan rata-rata biaya pembelian per unit aset.
Terkait pilihan aset kripto, strategi DCA paling tidak harus mempertimbangkan tiga parameter. Pertama, ketahanan (durability). DCA biasanya dilakukan untuk investasi jangka panjang, maka aset kripto yang dipilih sebaiknya sudah terbukti memiliki rekam jejak dan bertahan lama.
Kedua, tren pasar. Lihat sentimen pasar dan tren yang berkembang di media sosial, portal berita, dan komunitas kripto. Ketiga, metriks utama, yakni perhatikan volume perdagangan, riwayat pergerakan harga, dan likuiditas. Faktor-faktor ini bisa membantu menilai potensi jangka panjang.
Tapi, sebagai catatan, strategi DCA bukannya tanpa risiko. DCA tidak memberikan perlindungan penuh jika pasar jatuh terus-menerus. Nilai portofolio tetap bisa turun. Maka itu, manajemen risiko tetap penting. Misalnya saja dengan melakukan diversifikasi ke berbagai aset lain seperti saham, obligasi, atau properti.
Baca juga: Bursa Kripto CFX Pangkas Biaya Transaksi 50 Persen Demi Daya Saing Industri
Dengan DCA, ada kemungkinan melewatkan keuntungan besar jika harga kripto langsung naik tajam setelah Anda mulai berinvestasi. Dibandingkan lump-sum investing, hasil DCA bisa terasa kurang memuaskan bagi investor agresif yang mengejar keuntungan cepat.
Di luar itu, bagi pengguna PINTU, strategi DCA bisa dilakukan dengan lebih mudah karena ada fitur Auto DCA. Fitur ini memungkinkan pengguna membeli aset kripto secara otomatis dan rutin dengan jumlah tetap. Investor dapat menjadwalkan pembelian harian, mingguan, atau bulanan sesuai kebutuhan, tanpa harus repot melakukan transaksi manual setiap kali. (*) Ari Astriawan










