Poin Penting
- Rupiah menguat tipis 0,02% ke level Rp16.872 per dolar AS pada awal perdagangan, meski dolar AS masih bertahan di level tinggi.
- Dolar AS tetap kuat didukung status aset aman, seiring kekhawatiran ekonomi AS dan fokus pasar pada data tenaga kerja serta inflasi (CPI).
- Rupiah diperkirakan bergerak terbatas hari ini di kisaran Rp16.845-Rp16.920 per dolar AS, dengan pasar menanti arah kebijakan The Fed.
Jakarta – Nilai tukar rupiah menguat pada awal perdagangan hari ini, Senin (9/2/2026). Rupiah dibuka di level Rp16.872 per dolar Amerika Serikat (AS), atau menguat 0,02 persen dibandingkan penutupan Jumat pekan lalu di Rp16.876 per dolar AS.
Kepala Ekonom Bank Mandiri Andry Asmoro mengatakan, indeks dolar AS (DXY) sedikit turun ke bawah level 98 pada Jumat pekan lalu, namun masih bertahan dekat dengan posisi tertinggi dalam dua pekan yang dicapai pada awal pekan ini, serta berada di jalur penguatan hampir 0,9 persen sepanjang pekan pertama Februari 2026.
“Dolar AS mendapat dukungan dari daya tariknya sebagai aset aman sepanjang pekan, karena data tenaga kerja AS yang lebih lemah dari perkiraan menimbulkan kekhawatiran tentang kesehatan ekonomi dan bersamaan dengan aksi jual saham teknologi dan penurunan tajam aset kripto, memicu pelarian ke aset aman,” kata Andry, Senin, 9 Februari 2026.
Baca juga: Rupiah Dibuka Melemah di Level Rp16.865 per Dolar AS
Andry menambahkan, sentimen pasar membaik pada Jumat seiring rebound saham teknologi serta rilis awal data yang menunjukkan indeks sentimen konsumen Universitas Michigan naik ke level tertinggi dalam enam bulan.
“Ke depan, investor akan mengalihkan perhatian mereka ke laporan pekerjaan AS yang tertunda dan rilis CPI minggu depan untuk petunjuk lebih lanjut tentang prospek the Fed,” ujarnya.
“Pasar saat ini memperkirakan sekitar 50 basis poin (bps) pemotongan suku bunga the Fed tahun ini,” imbuh Andry.
Baca juga: Rupiah Tertekan Dolar AS, Investor Wait and See Data Ekonomi RI Kuartal IV 2025
Andry menyebut, penundaan data akibat penutupan sebagian pemerintah AS membuat laporan pekerjaan dan CPI dirilis minggu ini, yang berpotensi memengaruhi kedua mandat utama The Fed.
Rupiah Diproyeksikan Bergerak Terbatas
Andry memperkirakan rupiah hari ini bergerak dalam kisaran Rp16.845 hingga Rp16.920 per dolar AS.
“Pandangan kami rupiah hari ini akan bergerak di sekitar Rp16.845 dan Rp16.920 per dolar AS,” pungkasnya. (*)
Editor: Yulian Saputra










