Rating BUMD Keuangan 2026; Potret Bank-Bank Terbaik Milik Pemda

Rating BUMD Keuangan 2026; Potret Bank-Bank Terbaik Milik Pemda

Poin Penting

  • Rating BUMD Keuangan 2026 jadi cermin kualitas pengelolaan bank daerah, menegaskan tidak semua BUMD keuangan otomatis sehat
  • Kinerja agregat BUMD keuangan masih solid, dengan BPD tetap dominan sebagai penggerak ekonomi daerah
  • Predikat “The Best” menegaskan seleksi berbasis kinerja dan tata kelola, diraih 17 BPD, 54 BPR, dan 9 BPRS, sekaligus menjadi peta jalan bagi BUMD keuangan.

Jakarta – Rating BUMD Keuangan 2026 kembali menjadi panggung penting untuk melihat wajah asli BUMD sektor keuangan di Indonesia, khususnya bank pembangunan daerah (BPD) dan BPR-BPRS milik pemerintah daerah (pemda).

Fokus utama rating ini jelas, mengapresiasi bank-bank milik pemda yang mampu bertahan, tumbuh, dan dikelola dengan baik, sekaligus memberi sinyal tegas bahwa tak semua bank daerah otomatis sehat hanya karena menyandang status milik pemda.

Berdasarkan data Biro Riset Infobank (birI), secara agregat kinerja BUMD keuangan masih terjaga. BPD tetap memainkan peran sentral sebagai penggerak ekonomi daerah. Hingga Oktober 2025, penyaluran kredit industri BPD — yang diwakili 27 bank, tumbuh 2,27 persen yoy menjadi Rp668,46 triliun. Dana pihak ketiga (DPK) ikut meningkat, mencerminkan kepercayaan masyarakat yang relatif stabil.

Baca juga: Ngeri! Jangan Adili Niat Baik Para Profesional BUMN dan BUMD

Dari sisi aset, total aset BPD mencapai Rp1.061,14 triliun atau tumbuh 2,61 persen. Angka ini menegaskan dominasi BPD dalam ekosistem BUMD keuangan. Di banyak daerah, BPD masih menjadi tumpuan utama pembiayaan sektor produktif dan penopang aktivitas ekonomi lokal.

Kinerja positif juga terlihat pada BPR milik pemda. Meski skalanya lebih kecil, lajunya cukup agresif. Kredit 179 BPR milik pemda naik 4,21 persen menjadi Rp36,46 triliun per September 2025. DPK tumbuh 4,90 persen menjadi Rp38,14 triliun, sementara laba melonjak tajam hingga 86,73 persen menjadi Rp717,10 miliar.

Kelompok BPRS milik pemda bahkan mencatatkan pertumbuhan yang lebih impresif. Dari 27 BPRS, pembiayaan meningkat 7,02 persen menjadi Rp4,08 triliun. DPK tumbuh 6,03 persen, aset naik 5,02 persen, dan laba melesat 116,25 persen menjadi Rp77,91 miliar. Ini menjadi bukti bahwa keuangan syariah daerah mulai menemukan ritme pertumbuhan yang solid.

Predikat “The Best” dalam Rating

The Asian Post, bagian dari Infobank Media Group, memberikan apresiasi kepada bank-bank milik pemda atas kinerja keuangannya sampai dengan September 2025 melalui “Rating BUMD Keuangan Versi The Asian Post 2026”.

Predikat “The Best” diberikan kepada bank-bank yang dinilai mampu menjaga pertumbuhan, profitabilitas, dan tata kelola secara konsisten. Dari total 27 BPD yang ada di Indonesia, sebanyak 17 BPD yang berhasil meraih predikat “The Best”.

Di kelompok BPR milik pemda, sebanyak 54 BPR berhasil menyabet predikat “The Best”. Capaian ini memperlihatkan bahwa banyak BPR daerah mampu bergerak lincah, dekat dengan UMKM, dan disiplin mengelola risiko. Ukuran kecil ternyata bukan penghalang untuk tampil unggul.

Baca juga: Danantara dan “Romantisme” Ekonomi Orde Baru, Rencana BUMN Tekstil Rp101 Triliun yang Salah Waktu

Sementara itu, dari 27 BPRS milik pemda, sebanyak 9 BPRS berhasil meraih predikat “The Best”. Proporsi ini cukup signifikan dan mengonfirmasi tren positif BPRS daerah, baik dari sisi intermediasi maupun profitabilitas. Keuangan syariah daerah mulai naik kelas, meski jalannya belum sepenuhnya mulus.

Pada akhirnya, Rating BUMD Keuangan 2026 bukan sekadar daftar penerima penghargaan. Ia menjadi cermin sekaligus peta jalan. Yang sudah meraih predikat “The Best” dituntut menjaga konsistensi, sementara yang belum masuk barisan teratas didorong untuk berbenah. Karena kekuatan BUMD keuangan bukan hanya soal kinerja bank, tapi juga tentang masa depan ekonomi daerah. (*) Ari Astriawan

Laporan dan data lengkap hasil Rating BUMD Keuangan 2026 dapat dilihat di Majalah Infobank No. 574 edisi Februari 2026

Related Posts

News Update

Netizen +62