Poin Penting
- Bank Aceh Syariah memperoleh kuota KUR Rp1,5 triliun pada 2026 untuk memperkuat akses permodalan UMKM di seluruh Aceh.
- Kinerja KUR 2025 solid, dengan realisasi Rp2,56 triliun yang menjangkau 23.853 pelaku UMKM, didominasi sektor perdagangan.
- Penyaluran KUR 2026 lebih inklusif, diperluas ke sektor produktif dan menjangkau hingga pelosok desa.
Jakarta – PT. Bank Aceh Syariah memperoleh alokasi kouta Kredit Usaha Rakyat (KUR) Syariah senilai Rp1,5 triliun dari pemerintah melalui Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian RI. Alokasi ini ditujukan untuk memperkuat akses permodalan bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).
Direktur Utama Bank Aceh, Fadhil Ilyas melalui Sekretaris Perusahaan Bank Aceh Ilham Novrizal menyatakan optimisme yang tinggi terhadap penyaluran kuota tersebut.
Menurutnya, Bank Aceh yakin seluruh alokasi KUR 2026 dapat terserap secara optimal untuk mendukung ekspansi bisnis UMKM di daerah.
“Kami berkomitmen untuk menjaga amanah ini dengan menyalurkan pembiayaan secara produktif namun tetap menjaga kualitas pembiayaan yang sehat,” ujar Ilham, dalam keterangannya, dikutip Rabu, 28 Januari 2026.
Langkah ini, kata dia, merupakan bagian dari fokus bank untuk terus menjadi pilar utama pertumbuhan UMKM daerah.
Baca juga: Bank Aceh Imbau Nasabah Tak Klik Link Undian Palsu di Media Sosial
Hingga akhir 2025, Bank Aceh telah mencatatkan performa impresif dengan merealisasikan pembiayaan KUR Syariah mencapai Rp 2,56 triliun. Dana tersebut telah memberikan dampak nyata bagi 23.853 pelaku UMKM di berbagai wilayah.
Berdasarkan data kinerja, sektor perdagangan masih mendominasi sebagai kontributor utama penyaluran. Meski demikian, sektor-sektor strategis lainnya seperti pertanian dan jasa perorangan terus menunjukkan tren pertumbuhan yang positif sebagai pilar pendukung ekonomi lokal.
Ilham menekankan bahwa strategi penyaluran KUR tahun ini akan lebih inklusif. Bank Aceh pun akan secara aktif memperluas jangkauan pembiayaan, terutama pada sektor produksi.
Baca juga: OJK Diminta Bantu Transformasi Bank Aceh Syariah Jadi Bank Devisa
“Penyaluran KUR tidak lagi terpusat di kawasan perkotaan saja. Kami telah memastikan manfaat KUR Syariah dirasakan oleh masyarakat hingga ke pelosok desa di seluruh Kabupaten/Kota di Aceh,” tegas Ilham.
Ilham menambahkan, KUR Syariah merupakan instrumen penting dalam mendorong pemberdayaan ekonomi rakyat. Program ini tidak hanya hadir sebagai solusi modal kerja, tetapi juga sebagai pemicu peningkatan kapasitas usaha dan penciptaan lapangan kerja baru.
“Di sepanjang tahun 2026, Bank Aceh akan terus memperkuat peran KUR Syariah sebagai tulang punggung permodalan UMKM. Kami berharap program ini mampu mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif, produktif, serta memperluas inklusi keuangan di seluruh wilayah Aceh,” pungkasnya. (*)
Editor: Yulian Saputra










