Rahasia Umur Panjang Institusi Perbankan, Tak Cukup Trust Nasabah

Rahasia Umur Panjang Institusi Perbankan, Tak Cukup Trust Nasabah

Poin Penting

  • Kepercayaan nasabah adalah fondasi bank berumur panjang, namun tidak cukup tanpa kemampuan berevolusi dan beradaptasi mengikuti perubahan zaman
  • Evolusi Bank Woori Saudara (BWS) mencerminkan dinamika perbankan nasional, dari perkumpulan simpan-pinjam pada 1906 hingga menjadi bank terbuka
  • Transformasi BWS menandai pergeseran peran bank, tidak hanya menyediakan layanan lengkap, tetapi juga menjadi jembatan transaksi global sesuai tuntutan masyarakat modern.

Jakarta – Kepercayaan (trust) nasabah sebuah bank adalah kunci agar bank tersebut bisa berumur panjang. Namun, untuk bisa berumur panjang dan berkembang menjadi besar, evolusi adalah sebuah keniscayaan.

Hal itu diungkapkan oleh Aditya Prayoga, analis Phintraco Sekuritas. Menurutnya, evolusi adalah keniscayaan bagi lembaga keuangan untuk bisa terus berkembang.

Memang, kata dia, institusi keuangan yang berusia panjang memiliki keunggulan dari sisi kepercayaan. Banyak dari bank ini yang memiliki nasabah loyal selama puluhan tahun, bahkan turun temurun.
 
“Meski demikian, kepercayaan tinggi nasabah saja tidak cukup. Bank yang berusia panjang juga dituntut untuk terus berkembang dan beradaptasi mengikuti perkembangan zaman,” ujar Aditya Prayoga dalam catatannya, Senin (26/1).

Baca juga: Agus Fitrawan Bankir BPD Divonis Bebas, Majelis Hakim Nilai Sengketa Kredit Ranah Perdata

Aditya mencontohkan perjalanan panjang evolusi PT Bank Woori Saudara Indonesia 1906 Tbk (BWS). Embrio bank ini lahir dari sebuah perkumpulan sederhana di kawasan Pasar Baru, Bandung.
 
“Pada tahun 1906, dari ruang yang jauh dari kesan megah, Himpoenan Saudara lahir sebagai wadah simpan-pinjam bagi para pedagang dan anggota komunitasnya,” ungkapnya.

Lebih dari 100 tahun kemudian, Himpoenan Saudara berevolusi menjadi BWS yang berlangsung tidak dalam satu garis lurus. Ia dibentuk oleh perubahan zaman, regulasi, serta kebutuhan ekonomi yang terus bergerak.

Dari perkumpulan bertransformasi menjadi perseroan terbatas pada 1974 dengan nama PT Bank Tabungan Himpunan Saudara 1906. “Evolusi BWS mencerminkan evolusi sektor perbankan nasional itu sendiri,” ujarnya.
 
Evolusi kemudian berlanjut PT Bank Tabungan Himpunan Saudara 1906 mengubah nama menjadi PT Bank Himpunan Saudara 1906 pada Juli 1993. Bank ini mencatatkan milestone dengan melakukan Initial Public Offering (IPO) di Bursa Efek Indonesia pada Desember 2006.
 
Pada 2014, Bank Saudara melakukan penggabungan usaha dengan PT Bank Woori Indonesia. Kerja sama ini menghadirkan Woori Bank Korea sebagai pemegang saham strategis dan melahirkan entitas baru bernama PT Bank Woori Saudara Indonesia 1906 Tbk.

Peristiwa tersebut bukan sekadar perubahan struktur, melainkan penanda fase transformasi berikutnya.

Baca juga: OJK Dorong Bank KMBI I Perkuat Permodalan Lewat Konsolidasi

“Dalam posisi BWS hal tersebut direfleksikan menjadi bukan hanya layanan dan produk yang lengkap, namun bank ini bisa menjadi jembatan transaksi global yang telah menjadi tuntutan masyarakat saat ini,” ujarnya.

Lebih dari sekadar angka usia, cerita Bank Woori Saudara adalah kisah tentang kontinuitas. Tentang bagaimana sebuah lembaga keuangan bergerak mengikuti zaman, sambil tetap menorehkan jejak sejarahnya sendiri. (*) DW

Related Posts

News Update

Netizen +62