Persiapan Pensiun Sejak Dini, Ini Cara Simpel Menghitung Dana yang Dibutuhkan

Persiapan Pensiun Sejak Dini, Ini Cara Simpel Menghitung Dana yang Dibutuhkan

Poin Penting

  • Retirement Goal Calculator dari Bank DBS Indonesia membantu menghitung kebutuhan dana pensiun secara realistis, termasuk mempertimbangkan gaya hidup saat pensiun.
  • Simulasi menunjukkan kebutuhan dana pensiun bisa mencapai miliaran rupiah, seperti contoh Rp2,52 miliar untuk pensiun 16 tahun dengan asumsi inflasi.
  • Perencanaan pensiun perlu dimulai sedini mungkin dan konsisten, didukung pengelolaan keuangan seperti formula 10/20/30/40.

Jakarta – Perencanaan pensiun kerap dianggap rumit dan belum menjadi prioritas. Padahal, tanpa perhitungan yang jelas, masa pensiun berpotensi menjadi fase paling rentan secara finansial.

Untuk menjawab tantangan tersebut, PT Bank DBS Indonesia menghadirkan Retirement Goal Calculator sebagai referensi awal dalam menghitung kebutuhan dana pensiun secara lebih terarah dan realistis.

Alat ini tidak hanya menghitung kebutuhan dasar, tetapi juga mempertimbangkan gaya hidup yang ingin dipertahankan saat memasuki masa pensiun.

Melalui simulasi sederhana, Retirement Goal Calculator membantu individu memahami besaran dana yang perlu disiapkan. Sebagai ilustrasi, seorang profesional bernama Reza berusia 30 tahun, menargetkan pensiun pada usia 55 tahun dengan harapan hidup hingga 71 tahun.

Dengan tabungan awal berupa deposito Rp10 juta dan investasi Rp15 juta, serta tambahan dana Rp3 juta per bulan dan asumsi imbal hasil tahunan rata-rata 5,57 persen, Reza diproyeksikan membutuhkan dana pensiun sekitar Rp19,5 juta per bulan dalam nilai saat ini.

Baca juga: Bancassurance DBS Tumbuh Double Digit di 2025

Dengan masa pensiun selama 16 tahun dan asumsi inflasi 3,1 persen per tahun, total dana pensiun yang perlu disiapkan mencapai sekitar Rp2,52 miliar.

Angka tersebut mencakup kebutuhan dasar seperti konsumsi dan utilitas, hingga kebutuhan non-esensial seperti olahraga dan liburan.

Tantangan Psikologis saat Memasuki Pensiun

Namun, kesiapan pensiun tidak berhenti pada kecukupan finansial. Transisi psikologis dan perubahan peran hidup juga menjadi tantangan besar ketika seseorang memasuki masa pensiun. Tanpa perencanaan yang matang, fase ini bisa terasa mengejutkan dan membingungkan.

Baca juga: Jurus OJK dan Kemenkeu Perkuat Industri Dana Pensiun

Founder & CEO QM Financial sekaligus Lead Financial Trainer, Ligwina Hananto menilai masih banyak masyarakat yang keliru memaknai waktu ideal untuk memulai perencanaan pensiun.

“Banyak orang menunda perencanaan pensiun karena menunggu momen yang dianggap ideal. Padahal, perencanaan pensiun tidak menuntut kesempurnaan, melainkan kesinambungan,” ujarnya dalam Journalist Class di Jakarta, Senin, 19 Januari 2026.

Menurutnya, usia bukanlah faktor penentu utama, melainkan keputusan untuk mulai menyusun strategi sesuai kondisi saat ini.

“Baik dimulai di usia 20-an maupun 40-an, keputusan paling krusial adalah memulai sekarang dengan pendekatan yang relevan agar strategi yang dibangun tetap adaptif,” jelasnya.

Formula 10/20/30/40 untuk Persiapan Pensiun

Sebagai langkah awal yang aplikatif, Ligwina merekomendasikan formula pengelolaan keuangan 10/20/30/40.

Dari pendapatan bulanan, minimal 10 persen dialokasikan untuk tabungan atau investasi, maksimal 20 persen untuk gaya hidup, maksimal 30 persen untuk cicilan, dan sisanya 40 persen untuk kebutuhan rutin.

“Formula ini membantu menjaga keseimbangan antara kebutuhan hari ini dan tujuan jangka panjang, termasuk pensiun,” imbuh Ligwina. (*) Alfi Salima Puteri

Related Posts

News Update

Netizen +62