Poin Penting
- Investor asing kembali agresif masuk pasar saham dengan net foreign buy Rp1,09 triliun pada 14 Januari 2026, sehingga secara year-to-date (ytd) mencapai Rp5,49 triliun.
- Lima saham paling banyak diborong asing adalah ARCI, INCO, ANTM, BREN, dan TLKM, dengan nilai pembelian terbesar pada ARCI Rp376,40 miliar.
- Masuknya dana asing sejalan dengan penguatan IHSG, yang mencetak All Time High (ATH) 9.100,82, ditopang transaksi Rp16,80 triliun dan dominasi saham yang menguat.
Jakarta – Aliran dana investor asing tercatat kembali masuk ke Indonesia. Ini terlihat dari net foreign buy pada perdagangan Rabu, 14 Januari 2026 yang tembus hingga Rp1,09 triliun.
Jika diakumulasi secara year-to-date (ytd) sejak awal tahun, net foreign buy menjadi Rp5,49 triliun.
Sementara berdasarkan data Philip Sekuritas Indonesia, ada lima saham yang paling banyak diborong oleh investor asing. Berikut daftarnya:
- PT Archi Indonesia Tbk (ARCI): Rp376,40 miliar
- PT Vale Indonesia Tbk (INCO): Rp212,94 miliar
- PT Aneka Tambang Tbk (ANTM): Rp187,99 miliar
- PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN): Rp94,43 miliar
- PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (TLKM): Rp93,19 miliar.
Baca juga: Begini Gerak Saham Indeks INFOBANK15 di Tengah Penguatan IHSG
Baca juga: Menanti Gairah Kebangkitan Saham Perbankan, Siap Topang IHSG 2026?
Aksi borong yang dilakukan asing tersebut sejalan dengan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan kemarin (14/1) yang ditutup kembali melanjutkan penguatannya ke level 9.032,58 atau naik 0,94 persen dari posisi 8.948,30.
Penguatan IHSG itu juga terus berlanjut pada perdagangan sesi I hari ini (15/1) yang ditutup bertahan pada zona hijau ke level 9.046,83 atau naik 0,16 persen dari dibuka pada posisi 9.032,58. IHSG juga kembali menyentuh all time high (ATH) terbaru pada 9.100,82.
Berdasarkan statistik RTI Business pada perdagangan hari ini, sebanyak 30,55 miliar saham diperdagangkan, dengan frekuensi perpindahan tangan sebanyak 2,15 juta kali, serta total nilai transaksi tercatat mencapai Rp16,80 triliun.
Kemudian, tercatat terdapat 327 saham terkoreksi, sebanyak 351 saham menguat dan sebanyak 122 saham tetap tidak berubah. (*)
Editor: Galih Pratama










