Akuisisi PKSI Rp174,8 Miliar, Diamond Citra (DADA) Ekspansi Bisnis Hunian Tapak

Akuisisi PKSI Rp174,8 Miliar, Diamond Citra (DADA) Ekspansi Bisnis Hunian Tapak

Poin Penting

  • KPII merampungkan akuisisi 99,9 persen saham PKSI senilai Rp174,8 miliar sebagai langkah ekspansi ke segmen hunian tapak yang permintaannya masih kuat dari end user.
  • Melalui PKSI, KPII membuka peluang pengembangan perumahan tapak di kawasan potensial seperti Depok, Bogor, dan Tangerang Selatan.
  • Proyek rumah tapak akan dikembangkan dengan konsep terencana, desain fungsional, harga terjangkau, dan fasilitas pendukung untuk meningkatkan kualitas hidup penghuni.

Jakarta – PT Karya Permata Inovasi Indonesia Tbk (KPII), pemegang saham pengendali PT Diamond Citra Propertindo Tbk (DADA) mengambil langkah strategis dengan menyelesaikan akuisisi 99,9 persen saham PT Pejaten Kreasi Sukses Indonesia (PKSI) senilai Rp174,8 miliar. 

Akuisisi ini menjadi fondasi nyata ekspansi bisnis ke segmen hunian tapak (landed housing) yang dinilai masih memiliki permintaan kuat, khususnya dari end user.

Melalui transaksi ini, KPII resmi menjadi pemegang saham pengendali PKSI dan membuka peluang pengembangan proyek-proyek perumahan tapak di sejumlah kawasan potensial, terutama di wilayah penyangga Jakarta seperti Depok, Bogor, dan Tangerang Selatan.

Direktur dan CEO PT Diamond Citra Propertindo Tbk, Bayu Setiawan, mengatakan, akuisisi ini merupakan bagian dari strategi jangka menengah pengendali dalam mengelola permodalan dan ekspansi bisnis secara terukur.

Baca juga: Bank Mega Syariah Salurkan Pembiayaan Sindikasi Rp870 Miliar untuk Proyek Properti Kaltim

“Akuisisi ini dilakukan untuk memperkuat pengembangan rumah tapak di wilayah buffer city Jakarta, yang secara permintaan masih sangat potensial dan didominasi oleh kebutuhan end user,” ujar Bayu, Minggu, 11 Januari 2026.

Fokus Pengembangan Hunian Tapak

Lebih lanjut, bersama PKSI, KPII akan fokus mengembangkan perumahan tapak dengan konsep yang berbeda dari hunian konvensional. 

Baca juga: Kredit Properti Tumbuh 7,4 Persen Jadi Rp1.513.5 Triliun per November 2025

Di mana, kata Bayu, setiap proyek dirancang tidak hanya sebagai tempat tinggal, tetapi juga sebagai kawasan hunian yang memiliki nilai tambah, mulai dari tata kawasan yang terencana, desain rumah yang fungsional, harga yang affordabl, hingga fasilitas pendukung yang menunjang kenyamanan dan kualitas hidup penghuni.

“Segmen rumah tapak di kawasan penyangga Jakarta dinilai masih menjadi motor utama pertumbuhan sektor residensial, seiring tingginya kebutuhan hunian end user serta dukungan kebijakan pemerintah terhadap sektor property,” pungkasnya. (*)

Editor: Galih Pratama

Related Posts

News Update

Netizen +62